10 April 2013



Apakah Anda seorang desainer? atau Anda sering berbagi widget, template, dll di blog? Jika ya, maka Anda harus mampu mendemonstrasikan skill atau keahlian Anda dalam hal merancang, mendemonstrasikan widget, template, dll.  

Sebagian besar dari Anda mungkin menggunakan semacam tombol 'View Demo' atau 'Lihat Demo' tapi kebanyakan dari mereka mungkin memiliki gambar di tombol tersebut. Baru-baru ini  tombol Widget share jejaring sosial juga mencakup gambar. Untungnya sekarang ini setelah kemajuan CSS untuk Level 3, kita dapat membuat tombol yang cantik dan menarik tanpa gambar atau script.  

Keuntungan dari menggunakan murni CSS3 adalah tidak terlalu memberatkan loading blog anda. Sebagai seorang blogger atau desainer kita harus selalu mencari cara untuk meminimalkan loading blog sebanyak mungkin tanpa merugikan tampilan dan nuansa dari blog dengan memanfaatkan beberapa teknik dasar dan lanjutan dari CSS.  

Postingan kali ini saya akan share ke anda tentang cara membuat tombol view demo warna warni CSS3 dengan efek di tekan. Semua tombol telah diuji dan bekerja dengan baik di Firefox, Chrome, Opera maupun Internet Explorer.




Bagaimana cara menggunakan tombol-tombol ini?

Sebelum kita mulai, Anda harus tahu bagaimana menggunakan tombol-tombol ini. Karena setiap tombol-tombol di bawah ini  ada file CSS yang terpasang.
  1. Masuk ke akun blogger anda -> Template -> Edit HTML -> Proceed
  2. Centang Expand Template Widget
  3. Cari Tag ]]></b:skin>  (untuk memeudahkan pencarian gunakan  Ctrl + F)
  4. Tepat diatas kode ]]></b:skin> pastekan salah satu kode CSS yang terlampir dibawah ini (untuk mendapatkan kode CSS silahkan klik "View CSS" )

Catatan:  

Setiap kali anda ingin menerapkan gaya (style) tombol-tobol tersebut dalam postingan blog atau dimana saja, gunakan kode-kode HTML yang telah diberikan untuk setiap tombol masing-masing.
Jangan Lupa untuk mengganti tanda # dengan Link anda.

Tombol-tombolnya antara lain:

Shiny Black
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:



Shiny Blue (Biru mengkilat)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:




Green (Hijau)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:




Magenta
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:




Shiny Orange (warna jingga mengkilat)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:



Pink (Merah muda)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:


 

Slick Blue (Biru licin / halus)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:



Slick dark red (Merah tua licin / halus)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:




Semoga bermanfa'at...

Original Source

Cara membuat tombol view demo warna warni CSS3 dengan efek di tekan

Posted at  00.11  |  in  tips dan triks blog  |  Read More»



Apakah Anda seorang desainer? atau Anda sering berbagi widget, template, dll di blog? Jika ya, maka Anda harus mampu mendemonstrasikan skill atau keahlian Anda dalam hal merancang, mendemonstrasikan widget, template, dll.  

Sebagian besar dari Anda mungkin menggunakan semacam tombol 'View Demo' atau 'Lihat Demo' tapi kebanyakan dari mereka mungkin memiliki gambar di tombol tersebut. Baru-baru ini  tombol Widget share jejaring sosial juga mencakup gambar. Untungnya sekarang ini setelah kemajuan CSS untuk Level 3, kita dapat membuat tombol yang cantik dan menarik tanpa gambar atau script.  

Keuntungan dari menggunakan murni CSS3 adalah tidak terlalu memberatkan loading blog anda. Sebagai seorang blogger atau desainer kita harus selalu mencari cara untuk meminimalkan loading blog sebanyak mungkin tanpa merugikan tampilan dan nuansa dari blog dengan memanfaatkan beberapa teknik dasar dan lanjutan dari CSS.  

Postingan kali ini saya akan share ke anda tentang cara membuat tombol view demo warna warni CSS3 dengan efek di tekan. Semua tombol telah diuji dan bekerja dengan baik di Firefox, Chrome, Opera maupun Internet Explorer.




Bagaimana cara menggunakan tombol-tombol ini?

Sebelum kita mulai, Anda harus tahu bagaimana menggunakan tombol-tombol ini. Karena setiap tombol-tombol di bawah ini  ada file CSS yang terpasang.
  1. Masuk ke akun blogger anda -> Template -> Edit HTML -> Proceed
  2. Centang Expand Template Widget
  3. Cari Tag ]]></b:skin>  (untuk memeudahkan pencarian gunakan  Ctrl + F)
  4. Tepat diatas kode ]]></b:skin> pastekan salah satu kode CSS yang terlampir dibawah ini (untuk mendapatkan kode CSS silahkan klik "View CSS" )

Catatan:  

Setiap kali anda ingin menerapkan gaya (style) tombol-tobol tersebut dalam postingan blog atau dimana saja, gunakan kode-kode HTML yang telah diberikan untuk setiap tombol masing-masing.
Jangan Lupa untuk mengganti tanda # dengan Link anda.

Tombol-tombolnya antara lain:

Shiny Black
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:



Shiny Blue (Biru mengkilat)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:




Green (Hijau)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:




Magenta
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:




Shiny Orange (warna jingga mengkilat)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:



Pink (Merah muda)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:


 

Slick Blue (Biru licin / halus)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:



Slick dark red (Merah tua licin / halus)
  1. View CSS
  2. Kode HTML yang digunakan:




Semoga bermanfa'at...

Original Source

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 00.11

9 April 2013


Pada postingan kali ini masih berkaitan dengan widget jejaring sosial,  widget yang satu ini menggunakan effect transisi (CSS3). Saya akan share ke anda bagaimana cara membuat widget jejaring sosial elegant dengan CSS3. Agak sedikit berbeda dengan postingan yang telah lalu, widget ini sangat elegant, cantik dan super keren. 

Hampir setiap blog atau website memiliki widget jejaring sosial dengan tombol icons yang beragam. Dengan memasang widget jejaring sosial pada blog, anda dapat mengundang pembaca/pengunjung blog untuk terlibat dalam jejaring sosial anda, dan tentunya dapat meningkatkan reputasi blog anda. Jejaring Sosial  memainkan peran yang sangat penting dalam menghasilkan lalu lintas atau traffic pengunjung blog anda. Silahkan klik live demo di bawah ini untuk melihat hasilnya..




Super keren dan sangat elegant bukan?...:)

Langsung praktek di TKP:
  • Pertama-tama masuk ke halaman tata letak kemudian klik menu Tata Letak:


  • Tambah elemen halaman HTML/JavaScript, kemudian salin semua kode di bawah ini :
<style type="text/css">
#mkrbutton .iconz {background:#E3E3E3 url('https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3G2uO9Zq3nZUKRbHZ4-4ZiBhmY90KdNtNXv0_fe9alfhjHzG6vm6tatHWs3LsPTNcoJTPD640L5xBa7ZAb8P-7Ns6fmHUOTgdzBXNJc-ENhapE2DmaVqGU-99m487jqbYX_36CXjyB28/s1600/blsocial12.png') 0 0 no-repeat;
-moz-border-radius:40px;
-webkit-border-radius:40px;
-o-border-radius:40px;
border-radius:40px;
display:block;
color:#212121;
float:none;
height:48px;
width: 48px;
line-height:48px;
margin:10px auto 0;
position:relative;
text-shadow:0 1px 0 #FAFAFA;
text-align:center;
text-decoration:none;
white-space:nowrap;
-webkit-transition:width .25s ease-in-out;
-ms-transition:width .25s ease-in-out;
-moz-transition:width .25s ease-in-out;
-o-transition:width .25s ease-in-out;
transition:width .25s ease-in-out;
-webkit-box-shadow:inset 0 1px 0 #FAFAFA,rgba(0,0,0,.28) 0 2px 3px;
-moz-box-shadow:inset 0 1px 0 #FAFAFA,rgba(0,0,0,.28) 0 2px 3px;
-o-box-shadow:inset 0 1px 0 #FAFAFA,rgba(0,0,0,.28) 0 2px 3px;
box-shadow:inset 0 1px 0 #FAFAFA,rgba(0,0,0,.28) 0 1px 3px;}
#mkrbutton a span {display:none;}
#mkrbutton:hover a span {display:inline;}
#mkrbutton a span {font-size:1.4em;}
#mkrbutton:hover .iconz {width:250px;}
#mkrbutton .fb {background-position: 0 -384px;}
#mkrbutton .twiter {background-position: 0 -432px;}
#mkrbutton .google {background-position: 0 -480px;}
#mkrbutton .pint {background-position: 0 -528px;}
#mkrbutton .linkedin {background-position: 0 -576px;}
#mkrbutton .devart {background-position: 0 -624px;}
#mkrbutton .ytube {background-position: 0 -672px;}
#mkrbutton .rss {background-position: 0 -720px;}
#mkrbutton .fb:hover {background-position: 0 0;color: #0374DD;}
#mkrbutton .twiter:hover {background-position: 0 -48px;color: #00A1DF;}
#mkrbutton .google:hover {background-position: 0 -96px;color: #A70000;}
#mkrbutton .pint:hover {background-position: 0 -144px;color: #C00;}
#mkrbutton .linkedin:hover {background-position: 0 -192px;color: #005772;}
#mkrbutton .devart:hover {background-position: 0 -240px;color: #4C7A4A;}
#mkrbutton .ytube:hover {background-position: 0 -288px;color: #A00;}
#mkrbutton .rss:hover {background-position: 0 -336px;color: #EC5601;}
</style>

<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz fb"><span>Facebook</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz twiter"><span>Twitter</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz google"><span>Google+</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz pint"><span>Pinterest</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz linkedin"><span>LinkedIn</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz devart"><span>DeviantArt</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz ytube"><span>Youtube</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz rss"><span>RSS</span></a></div>

Catatan: 

untuk memudahkan dalam menambah/mengurangi tombol yang anda inginkan silahkan hapus pada bagian "<div id="mkrbutton">..............</div>". Misalnya untuk menggurangi tombol Youtube silahkan hapus <div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz ytube"><span>Youtube</span></a></div>.

<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz fb"><span>Facebook</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz twiter"><span>Twitter</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz google"><span>Google+</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz pint"><span>Pinterest</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz linkedin"><span>LinkedIn</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz devart"><span>DeviantArt</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz ytube"><span>Youtube</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz rss"><span>RSS</span></a></div>

Ukuran lebar yang tepat untuk pengaplikasian pada sidebar yaitu 300px. Untuk menyesuaikan dengan sidebar teman-teman carilah kode ini #mkrbutton:hover .iconz {width:250px;} dan rubah nilai pada width nya agar sesuai dengan tampilan sidebar anda.

Gimana? anda tertarik dengan widget di atas? Silahkan praktekan di blog anda...

Semoga bermanfa'at...


Original Source

cara membuat widget jejaring sosial elegant dengan CSS3

Posted at  03.33  |  in  widget  |  Read More»


Pada postingan kali ini masih berkaitan dengan widget jejaring sosial,  widget yang satu ini menggunakan effect transisi (CSS3). Saya akan share ke anda bagaimana cara membuat widget jejaring sosial elegant dengan CSS3. Agak sedikit berbeda dengan postingan yang telah lalu, widget ini sangat elegant, cantik dan super keren. 

Hampir setiap blog atau website memiliki widget jejaring sosial dengan tombol icons yang beragam. Dengan memasang widget jejaring sosial pada blog, anda dapat mengundang pembaca/pengunjung blog untuk terlibat dalam jejaring sosial anda, dan tentunya dapat meningkatkan reputasi blog anda. Jejaring Sosial  memainkan peran yang sangat penting dalam menghasilkan lalu lintas atau traffic pengunjung blog anda. Silahkan klik live demo di bawah ini untuk melihat hasilnya..




Super keren dan sangat elegant bukan?...:)

Langsung praktek di TKP:
  • Pertama-tama masuk ke halaman tata letak kemudian klik menu Tata Letak:


  • Tambah elemen halaman HTML/JavaScript, kemudian salin semua kode di bawah ini :
<style type="text/css">
#mkrbutton .iconz {background:#E3E3E3 url('https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3G2uO9Zq3nZUKRbHZ4-4ZiBhmY90KdNtNXv0_fe9alfhjHzG6vm6tatHWs3LsPTNcoJTPD640L5xBa7ZAb8P-7Ns6fmHUOTgdzBXNJc-ENhapE2DmaVqGU-99m487jqbYX_36CXjyB28/s1600/blsocial12.png') 0 0 no-repeat;
-moz-border-radius:40px;
-webkit-border-radius:40px;
-o-border-radius:40px;
border-radius:40px;
display:block;
color:#212121;
float:none;
height:48px;
width: 48px;
line-height:48px;
margin:10px auto 0;
position:relative;
text-shadow:0 1px 0 #FAFAFA;
text-align:center;
text-decoration:none;
white-space:nowrap;
-webkit-transition:width .25s ease-in-out;
-ms-transition:width .25s ease-in-out;
-moz-transition:width .25s ease-in-out;
-o-transition:width .25s ease-in-out;
transition:width .25s ease-in-out;
-webkit-box-shadow:inset 0 1px 0 #FAFAFA,rgba(0,0,0,.28) 0 2px 3px;
-moz-box-shadow:inset 0 1px 0 #FAFAFA,rgba(0,0,0,.28) 0 2px 3px;
-o-box-shadow:inset 0 1px 0 #FAFAFA,rgba(0,0,0,.28) 0 2px 3px;
box-shadow:inset 0 1px 0 #FAFAFA,rgba(0,0,0,.28) 0 1px 3px;}
#mkrbutton a span {display:none;}
#mkrbutton:hover a span {display:inline;}
#mkrbutton a span {font-size:1.4em;}
#mkrbutton:hover .iconz {width:250px;}
#mkrbutton .fb {background-position: 0 -384px;}
#mkrbutton .twiter {background-position: 0 -432px;}
#mkrbutton .google {background-position: 0 -480px;}
#mkrbutton .pint {background-position: 0 -528px;}
#mkrbutton .linkedin {background-position: 0 -576px;}
#mkrbutton .devart {background-position: 0 -624px;}
#mkrbutton .ytube {background-position: 0 -672px;}
#mkrbutton .rss {background-position: 0 -720px;}
#mkrbutton .fb:hover {background-position: 0 0;color: #0374DD;}
#mkrbutton .twiter:hover {background-position: 0 -48px;color: #00A1DF;}
#mkrbutton .google:hover {background-position: 0 -96px;color: #A70000;}
#mkrbutton .pint:hover {background-position: 0 -144px;color: #C00;}
#mkrbutton .linkedin:hover {background-position: 0 -192px;color: #005772;}
#mkrbutton .devart:hover {background-position: 0 -240px;color: #4C7A4A;}
#mkrbutton .ytube:hover {background-position: 0 -288px;color: #A00;}
#mkrbutton .rss:hover {background-position: 0 -336px;color: #EC5601;}
</style>

<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz fb"><span>Facebook</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz twiter"><span>Twitter</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz google"><span>Google+</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz pint"><span>Pinterest</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz linkedin"><span>LinkedIn</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz devart"><span>DeviantArt</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz ytube"><span>Youtube</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz rss"><span>RSS</span></a></div>

Catatan: 

untuk memudahkan dalam menambah/mengurangi tombol yang anda inginkan silahkan hapus pada bagian "<div id="mkrbutton">..............</div>". Misalnya untuk menggurangi tombol Youtube silahkan hapus <div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz ytube"><span>Youtube</span></a></div>.

<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz fb"><span>Facebook</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz twiter"><span>Twitter</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz google"><span>Google+</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz pint"><span>Pinterest</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz linkedin"><span>LinkedIn</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz devart"><span>DeviantArt</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz ytube"><span>Youtube</span></a></div>
<div id="mkrbutton"><a href="#" class="iconz rss"><span>RSS</span></a></div>

Ukuran lebar yang tepat untuk pengaplikasian pada sidebar yaitu 300px. Untuk menyesuaikan dengan sidebar teman-teman carilah kode ini #mkrbutton:hover .iconz {width:250px;} dan rubah nilai pada width nya agar sesuai dengan tampilan sidebar anda.

Gimana? anda tertarik dengan widget di atas? Silahkan praktekan di blog anda...

Semoga bermanfa'at...


Original Source

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 03.33

6 April 2013


Santet atau sihir walau bersifat metafisik, tetapi cara kerjanya juga tunduk pada hukum kesadaran.

Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang, berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian.

Santet baru akan bekerja mempengaruhi anda bila :
  1. Anda percaya dengan kekuatan santet, jin, dll. Anda percaya bahwa kekuatan tersebut dapat memberikan efek madhorot atau keburukan bagi anda. Ini bisa kepercayaan pribadi ataupun kepercayaan bersama yg berada di area Collective Consciousness. Kepercayaan anda ini merupakan pintu masuk bagi kekuatan pengaruh santet. Sadar atau tidak, anda telah mengizinkan santet mempengaruhi anda.
  2. Biasanya, sebelum santet bekerja. ada langkah pendahuluannya yg berupa langkah-langkah psikologis teror mental. Bisa berupa lemparan telur busuk, atau bunga, atau benda-benda mistik lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan pd anda sehingga gerbang kesadaran anda terbuka dan pengaruh santet bisa masuk.
  3. Langkah pendahuluan santet yg lain adalah, dengan menyeret anda pd vibrasi hati yg rendah, bisa dengan mengajak anda bertengkar, bermusuhan, dll.
LANGKAH PENCEGAHAN :
  1. Fokuskan diri pada kekuatan Tuhan. dan serahkan keselamatan diri anda padaNya. Hal ini akan menaikkan vibrasi positif anda di level spiritual.
  2. Yakinlah, bahwa kekuatan santet tidak akan bekerja tanpa seizin Tuhan. Maka mintalah perlindungan pada Tuhan. 
  3. Jaga vibrasi hati & fikiran agar senantiasa positif.
  4. Bersikap tenang ketika ada teror lemparan benda mistik. Dan katakan bahwa itu adalah benda biasa sebagaimana benda pada umumnya.
TIPS  ILMIAH

Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan. Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini.

Penyelidikan yang menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya.

Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan / pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan, dan lainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi.

Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. 

Rumusnya :
  • F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
  • F = gaya tarik menarik
  • K = Konstanta
  • Q1, Q2 = muatan
  • R = jarak
Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makanya para demit itu tidaklah menyentuh bumi.

Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak, maka ia berarti golongan mahluk halus.

Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-), maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini.

Disini kita tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi kita akan mencoba menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).

Metodenya :
1. Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi.
Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur di lantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.



2. Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). 
Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll.


Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)

Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal.

Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya cara-cara di atas, semuanya pasti akan kembali bergantung pada Kekuasaan Tuhan Sang Pencipta.

Cara yang paling ampuh untuk menangkal segala hal buruk yang ada di sekeliling kita adalah tetap berserah dan mendekatkan diri kepada-Nya sembari mengharapkan perlindungan-Nya.


Semoga Bermanfa'at...

Sumber : Kaskus.us

Tips mencegah santet (teluh) atau sihir (sihr)

Posted at  19.24  |  in  wawasan umum  |  Read More»


Santet atau sihir walau bersifat metafisik, tetapi cara kerjanya juga tunduk pada hukum kesadaran.

Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang, berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian.

Santet baru akan bekerja mempengaruhi anda bila :
  1. Anda percaya dengan kekuatan santet, jin, dll. Anda percaya bahwa kekuatan tersebut dapat memberikan efek madhorot atau keburukan bagi anda. Ini bisa kepercayaan pribadi ataupun kepercayaan bersama yg berada di area Collective Consciousness. Kepercayaan anda ini merupakan pintu masuk bagi kekuatan pengaruh santet. Sadar atau tidak, anda telah mengizinkan santet mempengaruhi anda.
  2. Biasanya, sebelum santet bekerja. ada langkah pendahuluannya yg berupa langkah-langkah psikologis teror mental. Bisa berupa lemparan telur busuk, atau bunga, atau benda-benda mistik lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan pd anda sehingga gerbang kesadaran anda terbuka dan pengaruh santet bisa masuk.
  3. Langkah pendahuluan santet yg lain adalah, dengan menyeret anda pd vibrasi hati yg rendah, bisa dengan mengajak anda bertengkar, bermusuhan, dll.
LANGKAH PENCEGAHAN :
  1. Fokuskan diri pada kekuatan Tuhan. dan serahkan keselamatan diri anda padaNya. Hal ini akan menaikkan vibrasi positif anda di level spiritual.
  2. Yakinlah, bahwa kekuatan santet tidak akan bekerja tanpa seizin Tuhan. Maka mintalah perlindungan pada Tuhan. 
  3. Jaga vibrasi hati & fikiran agar senantiasa positif.
  4. Bersikap tenang ketika ada teror lemparan benda mistik. Dan katakan bahwa itu adalah benda biasa sebagaimana benda pada umumnya.
TIPS  ILMIAH

Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan. Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini.

Penyelidikan yang menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya.

Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan / pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan, dan lainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi.

Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. 

Rumusnya :
  • F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
  • F = gaya tarik menarik
  • K = Konstanta
  • Q1, Q2 = muatan
  • R = jarak
Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makanya para demit itu tidaklah menyentuh bumi.

Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak, maka ia berarti golongan mahluk halus.

Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-), maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini.

Disini kita tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi kita akan mencoba menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).

Metodenya :
1. Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi.
Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur di lantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.



2. Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). 
Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll.


Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)

Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal.

Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya cara-cara di atas, semuanya pasti akan kembali bergantung pada Kekuasaan Tuhan Sang Pencipta.

Cara yang paling ampuh untuk menangkal segala hal buruk yang ada di sekeliling kita adalah tetap berserah dan mendekatkan diri kepada-Nya sembari mengharapkan perlindungan-Nya.


Semoga Bermanfa'at...

Sumber : Kaskus.us

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 19.24

3 April 2013


Dalam posting saya kali ini, saya akan sedikit menjelaskan bagaimana Cara membuat widget jejaring sosial atrakatif untuk blog Anda. Ini hanya widget. Anda dapat menambahkannya ke blog Anda dengan mudah. Saya hanya menggunakan CSS3 dengan HTML. Widget yang satu ini cukup simple, menarik dan atraktif.

 
Langsung tanpa basa-basi lagi menuju TKP..:)
  1. login ke blogger > klik Design > Page element
  2. Klik add Gadget dan Tambah HTML / Javascript
  3. Sekarang pastekan kode berikut di bawah ini :




KET:
 Setelah selesai menyisipkan kode diatas :
  • Ganti "sijalupangna" dengan nama pengguna (user name) Facebook anda
  • Ganti "sijalupangna" dengan nama pengguna (user name) Twitter anda
  • Ganti "UserId" dengan userId Google plus anda
  • Ganti "sijalupangna" dengan nama pengguna (user name) Feedburner anda

Sekarang save (simpan) template anda dan lihat hasilnya, semoga bermanfa'at....!


Cara membuat widget jejaring sosial atraktif di blog

Posted at  19.23  |  in  widget  |  Read More»


Dalam posting saya kali ini, saya akan sedikit menjelaskan bagaimana Cara membuat widget jejaring sosial atrakatif untuk blog Anda. Ini hanya widget. Anda dapat menambahkannya ke blog Anda dengan mudah. Saya hanya menggunakan CSS3 dengan HTML. Widget yang satu ini cukup simple, menarik dan atraktif.

 
Langsung tanpa basa-basi lagi menuju TKP..:)
  1. login ke blogger > klik Design > Page element
  2. Klik add Gadget dan Tambah HTML / Javascript
  3. Sekarang pastekan kode berikut di bawah ini :




KET:
 Setelah selesai menyisipkan kode diatas :
  • Ganti "sijalupangna" dengan nama pengguna (user name) Facebook anda
  • Ganti "sijalupangna" dengan nama pengguna (user name) Twitter anda
  • Ganti "UserId" dengan userId Google plus anda
  • Ganti "sijalupangna" dengan nama pengguna (user name) Feedburner anda

Sekarang save (simpan) template anda dan lihat hasilnya, semoga bermanfa'at....!


Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 19.23

12 Maret 2013


Jejaring Sosial  memainkan peran yang sangat penting dalam menghasilkan lalu lintas atau traffic pengunjung untuk blogger. Ada beberapa widget jejaring sosial yang tersedia untuk membuat blog anda terkesan lebih ramah dan bersahabat. Widget jejaring sosial ini adalah salah satu widget yang terbaik diantara widget jejaring sosial yang lain. Penulis terinspirasi dari beberapa blog yang pernah di kunjungi sehingga tertarik untuk memposkannya kembali. Langsung menuju TKP aja...:)

Caranya sebagai berikut:
  • Masuk ke akun blog anda
  • Klik Layout > Tambah Gadget > Html / Javascript 
  • Paste kode berikut di bawah ini :




Ket:
  • Ganti XXX dengan link Anda
  • Simpan template dan lihat hasilnya
  Semoga bermanfa'aat....

cara membuat widget tombol sosial media follow us dengan CSS3 keren dan cantik di blog

Posted at  14.48  |  in  widget  |  Read More»


Jejaring Sosial  memainkan peran yang sangat penting dalam menghasilkan lalu lintas atau traffic pengunjung untuk blogger. Ada beberapa widget jejaring sosial yang tersedia untuk membuat blog anda terkesan lebih ramah dan bersahabat. Widget jejaring sosial ini adalah salah satu widget yang terbaik diantara widget jejaring sosial yang lain. Penulis terinspirasi dari beberapa blog yang pernah di kunjungi sehingga tertarik untuk memposkannya kembali. Langsung menuju TKP aja...:)

Caranya sebagai berikut:
  • Masuk ke akun blog anda
  • Klik Layout > Tambah Gadget > Html / Javascript 
  • Paste kode berikut di bawah ini :




Ket:
  • Ganti XXX dengan link Anda
  • Simpan template dan lihat hasilnya
  Semoga bermanfa'aat....

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 14.48

8 Maret 2013


                                 Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D. 

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis. 


Penelitian mutakhir yang dila kukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia



Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. 


Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower) , Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, "Amicus Plato, sed magis amica veritas." Artinya,"Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran."

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut.

Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.***   

Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis
Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.

Sumber : http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php?topic=2185.60;wap2

Fenomena tentang benua atlantis yang hilang

Posted at  16.32  |  in  wawasan umum  |  Read More»


                                 Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D. 

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis. 


Penelitian mutakhir yang dila kukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia



Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. 


Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower) , Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, "Amicus Plato, sed magis amica veritas." Artinya,"Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran."

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut.

Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.***   

Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis
Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.

Sumber : http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php?topic=2185.60;wap2

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 16.32

6 Maret 2013



Mata Ketiga senantiasa dikaitkan dengan kemampuan untuk melihat secara visual atau gambar. Padahal sebenarnya tidak demikian. Mata Ketiga sebenarnya merupakan salah satu Organ Intuisi atau Indra Ke-enam manusia yang terletak di otak yang di sebut dengan God Spot atau Kelenjar Pineal Gland.

Manusia sebenarnya memiliki enam indera. yang lima indera disebut sebagai panca indera, sedangkan yang keenam disebut sebagai indera ke enam. Panca indera terdiri dari mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.

Mata digunakan untuk melihat. Dan hanya bisa melihat ketika ada pantulan cahaya dari benda yang ingin dilihat ke mata kita. Jika tidak ada pantulan cahaya, meskipun ada benda di depan kita, benda tersebut tidak bisa kita. lihat. Misalnya dalam kegelapan yang sangat, kita pun tidak mampu melihat tangan kita sendiri.

Indera penglihatan ini memiliki berbagai keterbatasannya. la hanya mampu melihat jika ada pantulan 'cahaya Tampak' pada frekuensi 10 pangkat 14 Hz. Ia tidak bisa melihat benda yang terlalu jauh. la juga tidak bisa melihat benda yang terlalu kecil seperti atom atau elektron. Juga tidak bisa melihat benda-benda di balik tembok.

Bahkan mata kita gampang tertipu dengan berbagai kejadian, misalnya fatamorgana. Atau juga pembiasan benda lurus di dalam air, sehingga kelihatan bengkok. Dan lain sebagainya.

Penglihatan oleh mata kita sangatlah kondisional, dan tidak 'menceritakan' fakta yang sesungguhnya kepada otak kita. Ambillah contoh, gunung kelihatan biru bila kita lihat dari jauh. Padahal fakta yang sesungguhnya : pepohonan di gunung itu berwarna hijau. Contoh lain, bintang-bintang di langit kelihatan sangat kecil dan berkedip-kedip. Padahal sesungguhnya ia sangatlah besar, ratusan sampai ribuan kali lebih besar dibanding bumi yang kita tempati dan tidak berkedip-kedip.

Juga jika kita menganggap bahwa besi adalah benda padat yang massif dan diam. Pada kenyataannya, besi itu berisi jutaan elektron yang bergerak berputar-putar dan penuh dengan lubang. Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang membuktikan bahwa penglihatan kita ini mengalami distrorsi alias penyimpangan yang sangat besar.

Namun demikian mata inilah yang kita gunakan untuk memahami dunia kita. Ya, dunia di luar diri kita. Mata tidak bisa kita gunakan untuk 'melihat' dunia di dalam diri kita, seperti pikiran dan kehendak.

Keterbatasan penglihatan kita ini sebenarnya karunia dari Allah. Bayangkan jika penglihatan kita tidak terbatas. Kita pasti bisa melihat jin, bisa melihat manusia lain di balik tembok, atau melihat elektron-elektron pada air yang mau kita minum, atau melihat molekul-molekul udara yang mau kita hirup untuk bernafas. Hidup kita akan sangat kacau dan menakutkan...

Telinga, demikian pula adanya. Telinga adalah alat kelengkapan kita untuk memahami suara yang berasal dari dunia di luar diri kita. Telinga juga memliki berbagai keterbatasannya. la hanya bisa mendengar suara dengan frekuensi 20 s/d 20.000 Hertz (getaran per detik). Suara yang memiliki frekuensi tersebut akan menggetarkan gendang telinga kita, untuk kemudian diteruskan ke otak oleh saraf-saraf pendengar. Maka, hasilnya kita bisa 'mendengar' frekuensi suara yang berasal dari dunia luar kita itu.

Jika ada suara-suara yang getarannya di luar frekuensi tersebut (lebih tinggi atau pun lebih rendah) maka kita tidak akan bisa mendengarnya. Misalnya suara kelelawar dengan frekuensinya yang sangat tinggi. Atau juga suara belalang. Dan beberapa jenis suara lainnya.

Kita juga tidak mampu menangkap suara yang terlalu lemah intensitasnya, seperti orang yang berbisik. Atau, kita juga tidak mampu menangkap suara yang terlalu jauh sumbernya dari kita. Juga tidak mungkin kita mampu menangkap suara-suara pada frekuensi sangat tinggi, seperti pada gelombang radio, dan lain sebagainya.

Pada intinya, telinga kita memiliki keterbatasannya. Sebagaimana mata, juga sering mengalami distorsi alias penyimpangan. Di tempat yang riuh misalnya, telinga kita tidak mampu menangkap pembicaraan dengan volume normal. Dan jika digunakan untuk mendengar suara yang terlalu keras, gendang telinga kita bisa mengalami kerusakan.

Allah memberikan batas pendengaran kita sebagai karunia dan rahmat. Bayangkan jika pendengaran kita tidak dibatasi, maka kita akan bisa mendengarkan suara-suara berbagai binatang malam. Juga kita bisa mendengarkan suara jin, dan lain sebagainya. sehingga kita pasti tidak akan bisa tidur karenanya...

Indera yang ketiga adalah hidung. Indera ini digunakan untuk memahami bau. Gas yang mengandung partikel-partikel bau menyentuh ujung-ujung saraf pembau di lubang hidung kita bagian dalam. Maka, dikatakan kita bisa membaui benda atau masakan tertentu, karena rangsangan yang ditangkap oleh saraf pembau itu akan diteruskan ke otak kita, dan kemudian memberikan 'kesan' bau tertentu kepada kita.

Namun ini juga memiliki berbagai keterbatasannya, serta memberikan distorsi yang beragam. Jika kita membaui aroma yang terlalu 'pedas' misalnya, maka hidung kita akan bersin-bersin. Demikian pula jika kita membaui aroma busuk terlalu lama, maka hidung kita akan beradaptasi dan kemudian memberikan kesan bahwa aroma tersebut tidaklah busuk lagi. Dan sebagainya.

Dan kemudian indera pengecap dan peraba, yaitu lidah dan Kulit. Lidah digunakan untuk mengecap rasa, sedangkan kulit digunakan untuk merasakan kasar halusnya sebuah benda. Sebagaimana indera indera sebelumnya, maka kedua indera ini juga memiliki banyak keterbatasan dalam memahami fakta yang ada di luar dirinya.

Kalau kulit kita dibiasakan dengan benda kasar terus dalam kurun waktu yang panjang, maka kepekaan kulit kita untuk memahami benda yang halus juga akan berkurang. Kalau kulit dibiasakan dengan suhu panas dalam kurun waktu yang lama, maka ia juga tidak mampu mendeteksi suhu dingin dengan baik. Begitu juga dengan kemampuan lidah kita. Dalam kondisi terlalu pedas, misalnya, kepekaan lidah kita akan sangat berkurang. Dan lain sebagainya.

Dengan berbagai penjelasan di atas, saya hanya ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa indera kita bekerja dalam keadaan yang sangat kondisional, dan kurang bisa dipercaya. Juga memiliki keterbatasan-keterbatasan yang sangat sempit dalam memahami fakta yang sesungguhnya. terjadi. Panca indera hanya bisa digunakan untuk melihat 'Dunia Luar' dalam kondisi yang sangat terbatas!

Sebenarnya, manusia memiliki indera yang jauh lebih hebat dibandingkan dengan panca inderanya. Itulah Indera ke enam. Setiap orang memiliki indera ke enam yang bisa berfungsi melihat, mendengar, meraba, merasakan, dan membaui sekaligus.

Jadi MATA KETIGA = INDRA KE ENAM.
Dan itu tidak melulu soal melihat secara gambar atau visual, tetapi bisa juga bersifat mendengar, meraba, merasakan, dan membaui sekaligus. Dan potensi ketajaman Indra Keenam tiap orang tidak sama.
  • Ada yang Dominan Potensi Melihat, atau Indra keenamnya berbakat di bidang penglihatan gaib.
  • Ada yang Dominan Potensi Mendengar, atau Indra keenamnya berbakat di bidang pendengaran gaib.
  • DLL.
Dengan memahami ini, maka kita tidak akan iri dengan kemampuan orang lain. Tetapi kita akan lebih fokus memaksimalkan ketajaman indra keenam yang kita miliki...

Tumbuhkan Kesadaran untuk mensyukuri setiap anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Maka potensi diri kita akan semakin ditingkatkan oleh Allah swt...

Kenapa tidak semua kita bisa menggunakan Indra keenamnya? ya, karena kita tidak melatihnya. Sejak kecil, setiap manusia memiliki indera ke enamnya, dan berfungsi dengan baik. Karena itu, seorang bayi bisa melihat dunia Dalamnya. la menangis dan tertawa sendiri, karena melihat ada 'Dunia Lain', selain yang bisa 'dilihat' oleh panca indera orang dewasa. Seorang anak sampai usia balita bisa melihat dunia jin.

Akan tetapi seiring dengan pertambahan waktu, kemampuan indera ke enam kita itu menurun drastis. Sebabnya adalah orang tua kita tidak melatih indera ke enam kita itu. Mereka lebih melatih panca indera kita untuk memahami 'Dunia Luar'. Orang tua kita lebih risau jika kita tidak bisa memfungsikan panca indera ketimbang indera yang ke enam. Padahal kemampuan indera ke enam ini jauh lebih dahsyat.

Kita bisa membuktikannya pada beberapa orang yang mengalami masalah dengan penglihatannya, tetapi ia memiliki 'perasaan' (feeling) yang lebih kuat dibandingkan dengan orang normal.

MATA HATI
Sasaran penggarapan peribadatan dalam Islam adalah Hati. Sebelumnya juga telah dijelaskan bagaimana cara melembutkan hati agar bisa memunculkan aura jernih, yang menjadi ciri khas ahli Surga nantinya.

Disisi lain Allah juga memberikan gambaran bahwa hati ternyata menjadi indera utama kita ketika hidup di akhirat nanti. Hal tersebut dikemukakan oleh Allah di dalam ayat berikut,

"Dan barangsiapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta,dan lebih sesat lagi jalannya." QS. Al Israa:72

Sangat jelas Allah memberikan gambaran dalam ayat di atas bahwa kalau hati kita buta di dunia ini, maka nanti di akhirat kita tidak akan bisa melihat, dan kemudian hidup kita menjadi sangat susah di sana karena tidak tahu jalan. Tersesatlah kita. Kenapa bisa demikian? Bagaimana menjelaskannya?

Dan yang menarik, Allah mengatakan di dalam ayat di atas bahwa kehidupan akhirat nanti akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan MATA HATI. Barang siapa buta hatinya di dunia, maka di akhirat nanti akan buta juga, bahkan lebih sesat lagi jalannya. Kenapa demikian? Karena memang panca indera kita itu tidaklah bisa diandalkan untuk memahami kenyataan. Apalagi untuk 'bertemu' Allah.

Apa yang kita lihat sekarang ini, bukanlah fakta yang sebenarnya dari kehidupan ini. Apa yang kita dengar, juga bukanlah fakta yang sebenarnya dari alam sekitar ini. Semua yang kita pahami lewat panca indera kita di dunia ini sebenarnya bukanlah fakta yang sesungguhnya. Fakta yang sesungguhnya akan terungkap ketika kita hidup di akhirat.

Allah berfirman : "Pada hari terbongkar segala rahasia...." (QS. At Thaariq : 9)

"Pada hari mereka mendengar suara dengan sebenarnya. Itulah hari keluar dari kubur" (QS. Qaaf:42)

"Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam" (QS. Qaaf:22)

Ketiga ayat tersebut di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa pendengaran dan penglihatan yang sebenarnya itu adalah ketika, kita berada di alam akhirat. Pendengaran dan penglihatan di dunia ini serba menipu. Pada saatnya nanti, yang tidak nampak kini, akan dinampakkan oleh Allah.

Kenapa demikian? Karena alam akhirat adalah alam berdimensi 9 di langit yang ketujuh yang memungkinkan kita untuk melihat alam berdimensi lebih rendah langit 1 sampai dengan langit 6 dengan lebih gamblang.

Kita, manusia, hidup di langit pertama yang berdimensi 3. Sedangkan bangsa jin, menempati langit kedua yang berdimensi 4. Dan malaikat adalah makhluk Allah yang bisa bergerak lintas dimensi, sampai ke langit yang ketujuh.

Akan tetapi secara ringkas, saya ingin mengatakan bahwa di alam akhirat yang berdimensi 9 itu kita, tidak bisa menggunakan panca indera kita. Seperti halnya, kita tidak bisa melihat jin dan malaikat dengan mata kita. Bisanya hanya dengan indera ke enam. Apalagi untuk 'melihat' Allah. Mata kita tidak berfungsi. Allah hanya bisa 'dilihat' dengan mata batin, alias Hati.

Karena itu, orang yang tidak melatih hatinya saat hidup di dunia sehingga hatinya tertutup maka mereka akan dibangkitkan Allah di akhirat nanti dalam keadaan buta. Hal ini diungkapkan Allah dalam ayat-ayat berikut.

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thahaa:124)

"Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam, itu akan padam Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya." (QS. Israa:97)

Bagaimana cara melatih hati kita agar terbuka? Banyak banyaklah melakukan berbagai peribadatan yang diajarkan Rasulullah kepada kita, seperti shalat yang khusyuk, puasa, dzikir, berhaji, dan lain sebagainya dengan tulus dan ikhlas

MATA KETIGA DAN MATA HATI
Mata Ketiga berpusat di kelenjar Pineal Gland di otak kita. Sedangkan Mata Hati berpusat di Qolbu (Jantung) kita. Mata ketiga yg berpusat Di Pineal Gland mempunyai saluran yg terhubung dg Lathoif Qalbu yg ada di titik kepala jantung. Spiritualis non muslim menyatakan bahwa yg menjadi kepalanya (intinya) adalah pineal gland, sedangkan yg menjadi ekornya ada di jantung. Tapi menurut saya justru kebalikannya, yg berada di pineal gland itulah yg ekor, sedangkan pusatnya yg berada di Qalbu.

Maknanya, orang yg berlatih hanya meditasi mata ketiga belum tentu mampu mengaktifkan Lathoif Qolbunya, makanya mereka bilang Qalbu itu hanya ekor atau potensinya kecil. Itu karena mereka tidak mampu untuk mengolah lathoif qolbu. Sehingga menjadi wajarlah bila mereka tidak mampu menangkap kebenaran Tauhid dalam Islam.

Sedangkan bagi orang yg melatih Qolbunya, secara otomatis mata ketiganya atau Kelenjar Pineal Gland teraktivasi, jadi kesimpulannya mata ketiga itulah yg mengekor kepada Qalbu...

Sedangkan titik Lathoif Qolbu itu sendiri adalah titik ujung terluar dari jembatan penghubung yg menghubungkan alam Materi dengan Alam Maha Kosmos (Arsy/Alam Ketuhanan), yg rahasianya hanya diketahui oleh para pewaris Rasulullah Muhammad SAW. Dengan mengolah Mata Hati ini, maka tidak hanya indra keenam kita yang semakin tajam. Tetapi hati kita juga akan menjadi semakin jernih sehingga dapat menangkap kebenaran Tauhid dalam Islam. Memahami kebenaran Dua Kalimah Syahadat secara Hakiki. Tidak hanya bersaksi atas ke-esaan Tuhan, tetapi juga bersaksi atas kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Makanya, tdk heran perbedaan konsep ini juga berpengaruh pd perbedaan filosofi. Yang mana terkait dg ketauhidan yg terbagi menjadi dua filosofi, yaitu Beriman kpd Allah sebagai Dzat Pencipta alam semesta. Dan ini sesuai dg Al Quran. Dan beriman kpd Tuhan dlm konsep emanasi, yaitu makhluk dlm derajat Ruh (Sejatinya Diri/Higher Self) adalah merupakan emanasi dari Dzat Tuhan. Dan filosofi ini sgt dipengaruhi oleh konsep agama Hindu Budha dan faham Manunggaling Kawulo Gusti.

Jadi walupun agamanya islam, bila metode spiritualnya menjadikan cakra ajna & cakra mahkota ataupun pineal gland sbg pusat spiritulitasnya. Maka bs dipastikan secara ruhaniah dia akan tercetak utk mempunyai mindset faham emanasi, wihdatul wujud. Karena dia merasa diri sebagai bagian instrinsik dari Dzat Tuhan yang dalam hal ini Tuhan itu identik dengan Alam semesta.

Dari sini pulalah Konsep Nur Muhammad terpecah menjadi dua. Yaitu Nur Muhammad adalah semata-mata sebagai Inti & Ibu dari Energi Alam Semesta. Oleh karenanya siapapun saja tanpa memandang agamanya apa, akan dapat terhubung dengan Nur Muhammad ini. Asal dia sudah cukup mumpuni dalam melatih spiritualnya.

Sedangkan Konsep kedua memandang bahwa tidak semua manusia secara otomatis dapat mengakses Nur Muhammad, walaupun dia sudah sangat hebat dalam mengolah spiritualnya. Bila tidak mewarisi Nur Muhammad yang diwarisi dari Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Sebagai wasilah atau frekwensi pembawa ruhaninya untuk terhubung dengan Nur Muhammad. Serta sebagai wasilah untuk mendewasakan Ruhaninya mencapai derajat keseimbangan yang sempurna dalam Hakekat Muhammadiyah atau Insan Kamil. Jadi dalam konsep kedua ini Nur Muhammad mempunyai dua definisi, yaitu sebagai Inti & Ibu dari Energi Alam Semesta dan sebagai Al-Wasilah. Dan yang pasti konsep kedua ini menyatakan bahwa Nur Muhammad bukanlah Dzat Tuhan, Jadi Nur Muhammad hanyalah sekedar Makhluk Ciptaan Allah yang paling awal dan paling sempurna.


Adapted from: NAQSDNA

Apa sih sixth sense (God Spot) dan Mata batin ('Ainul bashiiroh) itu ?

Posted at  16.54  |  in  wawasan umum  |  Read More»



Mata Ketiga senantiasa dikaitkan dengan kemampuan untuk melihat secara visual atau gambar. Padahal sebenarnya tidak demikian. Mata Ketiga sebenarnya merupakan salah satu Organ Intuisi atau Indra Ke-enam manusia yang terletak di otak yang di sebut dengan God Spot atau Kelenjar Pineal Gland.

Manusia sebenarnya memiliki enam indera. yang lima indera disebut sebagai panca indera, sedangkan yang keenam disebut sebagai indera ke enam. Panca indera terdiri dari mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.

Mata digunakan untuk melihat. Dan hanya bisa melihat ketika ada pantulan cahaya dari benda yang ingin dilihat ke mata kita. Jika tidak ada pantulan cahaya, meskipun ada benda di depan kita, benda tersebut tidak bisa kita. lihat. Misalnya dalam kegelapan yang sangat, kita pun tidak mampu melihat tangan kita sendiri.

Indera penglihatan ini memiliki berbagai keterbatasannya. la hanya mampu melihat jika ada pantulan 'cahaya Tampak' pada frekuensi 10 pangkat 14 Hz. Ia tidak bisa melihat benda yang terlalu jauh. la juga tidak bisa melihat benda yang terlalu kecil seperti atom atau elektron. Juga tidak bisa melihat benda-benda di balik tembok.

Bahkan mata kita gampang tertipu dengan berbagai kejadian, misalnya fatamorgana. Atau juga pembiasan benda lurus di dalam air, sehingga kelihatan bengkok. Dan lain sebagainya.

Penglihatan oleh mata kita sangatlah kondisional, dan tidak 'menceritakan' fakta yang sesungguhnya kepada otak kita. Ambillah contoh, gunung kelihatan biru bila kita lihat dari jauh. Padahal fakta yang sesungguhnya : pepohonan di gunung itu berwarna hijau. Contoh lain, bintang-bintang di langit kelihatan sangat kecil dan berkedip-kedip. Padahal sesungguhnya ia sangatlah besar, ratusan sampai ribuan kali lebih besar dibanding bumi yang kita tempati dan tidak berkedip-kedip.

Juga jika kita menganggap bahwa besi adalah benda padat yang massif dan diam. Pada kenyataannya, besi itu berisi jutaan elektron yang bergerak berputar-putar dan penuh dengan lubang. Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang membuktikan bahwa penglihatan kita ini mengalami distrorsi alias penyimpangan yang sangat besar.

Namun demikian mata inilah yang kita gunakan untuk memahami dunia kita. Ya, dunia di luar diri kita. Mata tidak bisa kita gunakan untuk 'melihat' dunia di dalam diri kita, seperti pikiran dan kehendak.

Keterbatasan penglihatan kita ini sebenarnya karunia dari Allah. Bayangkan jika penglihatan kita tidak terbatas. Kita pasti bisa melihat jin, bisa melihat manusia lain di balik tembok, atau melihat elektron-elektron pada air yang mau kita minum, atau melihat molekul-molekul udara yang mau kita hirup untuk bernafas. Hidup kita akan sangat kacau dan menakutkan...

Telinga, demikian pula adanya. Telinga adalah alat kelengkapan kita untuk memahami suara yang berasal dari dunia di luar diri kita. Telinga juga memliki berbagai keterbatasannya. la hanya bisa mendengar suara dengan frekuensi 20 s/d 20.000 Hertz (getaran per detik). Suara yang memiliki frekuensi tersebut akan menggetarkan gendang telinga kita, untuk kemudian diteruskan ke otak oleh saraf-saraf pendengar. Maka, hasilnya kita bisa 'mendengar' frekuensi suara yang berasal dari dunia luar kita itu.

Jika ada suara-suara yang getarannya di luar frekuensi tersebut (lebih tinggi atau pun lebih rendah) maka kita tidak akan bisa mendengarnya. Misalnya suara kelelawar dengan frekuensinya yang sangat tinggi. Atau juga suara belalang. Dan beberapa jenis suara lainnya.

Kita juga tidak mampu menangkap suara yang terlalu lemah intensitasnya, seperti orang yang berbisik. Atau, kita juga tidak mampu menangkap suara yang terlalu jauh sumbernya dari kita. Juga tidak mungkin kita mampu menangkap suara-suara pada frekuensi sangat tinggi, seperti pada gelombang radio, dan lain sebagainya.

Pada intinya, telinga kita memiliki keterbatasannya. Sebagaimana mata, juga sering mengalami distorsi alias penyimpangan. Di tempat yang riuh misalnya, telinga kita tidak mampu menangkap pembicaraan dengan volume normal. Dan jika digunakan untuk mendengar suara yang terlalu keras, gendang telinga kita bisa mengalami kerusakan.

Allah memberikan batas pendengaran kita sebagai karunia dan rahmat. Bayangkan jika pendengaran kita tidak dibatasi, maka kita akan bisa mendengarkan suara-suara berbagai binatang malam. Juga kita bisa mendengarkan suara jin, dan lain sebagainya. sehingga kita pasti tidak akan bisa tidur karenanya...

Indera yang ketiga adalah hidung. Indera ini digunakan untuk memahami bau. Gas yang mengandung partikel-partikel bau menyentuh ujung-ujung saraf pembau di lubang hidung kita bagian dalam. Maka, dikatakan kita bisa membaui benda atau masakan tertentu, karena rangsangan yang ditangkap oleh saraf pembau itu akan diteruskan ke otak kita, dan kemudian memberikan 'kesan' bau tertentu kepada kita.

Namun ini juga memiliki berbagai keterbatasannya, serta memberikan distorsi yang beragam. Jika kita membaui aroma yang terlalu 'pedas' misalnya, maka hidung kita akan bersin-bersin. Demikian pula jika kita membaui aroma busuk terlalu lama, maka hidung kita akan beradaptasi dan kemudian memberikan kesan bahwa aroma tersebut tidaklah busuk lagi. Dan sebagainya.

Dan kemudian indera pengecap dan peraba, yaitu lidah dan Kulit. Lidah digunakan untuk mengecap rasa, sedangkan kulit digunakan untuk merasakan kasar halusnya sebuah benda. Sebagaimana indera indera sebelumnya, maka kedua indera ini juga memiliki banyak keterbatasan dalam memahami fakta yang ada di luar dirinya.

Kalau kulit kita dibiasakan dengan benda kasar terus dalam kurun waktu yang panjang, maka kepekaan kulit kita untuk memahami benda yang halus juga akan berkurang. Kalau kulit dibiasakan dengan suhu panas dalam kurun waktu yang lama, maka ia juga tidak mampu mendeteksi suhu dingin dengan baik. Begitu juga dengan kemampuan lidah kita. Dalam kondisi terlalu pedas, misalnya, kepekaan lidah kita akan sangat berkurang. Dan lain sebagainya.

Dengan berbagai penjelasan di atas, saya hanya ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa indera kita bekerja dalam keadaan yang sangat kondisional, dan kurang bisa dipercaya. Juga memiliki keterbatasan-keterbatasan yang sangat sempit dalam memahami fakta yang sesungguhnya. terjadi. Panca indera hanya bisa digunakan untuk melihat 'Dunia Luar' dalam kondisi yang sangat terbatas!

Sebenarnya, manusia memiliki indera yang jauh lebih hebat dibandingkan dengan panca inderanya. Itulah Indera ke enam. Setiap orang memiliki indera ke enam yang bisa berfungsi melihat, mendengar, meraba, merasakan, dan membaui sekaligus.

Jadi MATA KETIGA = INDRA KE ENAM.
Dan itu tidak melulu soal melihat secara gambar atau visual, tetapi bisa juga bersifat mendengar, meraba, merasakan, dan membaui sekaligus. Dan potensi ketajaman Indra Keenam tiap orang tidak sama.
  • Ada yang Dominan Potensi Melihat, atau Indra keenamnya berbakat di bidang penglihatan gaib.
  • Ada yang Dominan Potensi Mendengar, atau Indra keenamnya berbakat di bidang pendengaran gaib.
  • DLL.
Dengan memahami ini, maka kita tidak akan iri dengan kemampuan orang lain. Tetapi kita akan lebih fokus memaksimalkan ketajaman indra keenam yang kita miliki...

Tumbuhkan Kesadaran untuk mensyukuri setiap anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Maka potensi diri kita akan semakin ditingkatkan oleh Allah swt...

Kenapa tidak semua kita bisa menggunakan Indra keenamnya? ya, karena kita tidak melatihnya. Sejak kecil, setiap manusia memiliki indera ke enamnya, dan berfungsi dengan baik. Karena itu, seorang bayi bisa melihat dunia Dalamnya. la menangis dan tertawa sendiri, karena melihat ada 'Dunia Lain', selain yang bisa 'dilihat' oleh panca indera orang dewasa. Seorang anak sampai usia balita bisa melihat dunia jin.

Akan tetapi seiring dengan pertambahan waktu, kemampuan indera ke enam kita itu menurun drastis. Sebabnya adalah orang tua kita tidak melatih indera ke enam kita itu. Mereka lebih melatih panca indera kita untuk memahami 'Dunia Luar'. Orang tua kita lebih risau jika kita tidak bisa memfungsikan panca indera ketimbang indera yang ke enam. Padahal kemampuan indera ke enam ini jauh lebih dahsyat.

Kita bisa membuktikannya pada beberapa orang yang mengalami masalah dengan penglihatannya, tetapi ia memiliki 'perasaan' (feeling) yang lebih kuat dibandingkan dengan orang normal.

MATA HATI
Sasaran penggarapan peribadatan dalam Islam adalah Hati. Sebelumnya juga telah dijelaskan bagaimana cara melembutkan hati agar bisa memunculkan aura jernih, yang menjadi ciri khas ahli Surga nantinya.

Disisi lain Allah juga memberikan gambaran bahwa hati ternyata menjadi indera utama kita ketika hidup di akhirat nanti. Hal tersebut dikemukakan oleh Allah di dalam ayat berikut,

"Dan barangsiapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta,dan lebih sesat lagi jalannya." QS. Al Israa:72

Sangat jelas Allah memberikan gambaran dalam ayat di atas bahwa kalau hati kita buta di dunia ini, maka nanti di akhirat kita tidak akan bisa melihat, dan kemudian hidup kita menjadi sangat susah di sana karena tidak tahu jalan. Tersesatlah kita. Kenapa bisa demikian? Bagaimana menjelaskannya?

Dan yang menarik, Allah mengatakan di dalam ayat di atas bahwa kehidupan akhirat nanti akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan MATA HATI. Barang siapa buta hatinya di dunia, maka di akhirat nanti akan buta juga, bahkan lebih sesat lagi jalannya. Kenapa demikian? Karena memang panca indera kita itu tidaklah bisa diandalkan untuk memahami kenyataan. Apalagi untuk 'bertemu' Allah.

Apa yang kita lihat sekarang ini, bukanlah fakta yang sebenarnya dari kehidupan ini. Apa yang kita dengar, juga bukanlah fakta yang sebenarnya dari alam sekitar ini. Semua yang kita pahami lewat panca indera kita di dunia ini sebenarnya bukanlah fakta yang sesungguhnya. Fakta yang sesungguhnya akan terungkap ketika kita hidup di akhirat.

Allah berfirman : "Pada hari terbongkar segala rahasia...." (QS. At Thaariq : 9)

"Pada hari mereka mendengar suara dengan sebenarnya. Itulah hari keluar dari kubur" (QS. Qaaf:42)

"Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam" (QS. Qaaf:22)

Ketiga ayat tersebut di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa pendengaran dan penglihatan yang sebenarnya itu adalah ketika, kita berada di alam akhirat. Pendengaran dan penglihatan di dunia ini serba menipu. Pada saatnya nanti, yang tidak nampak kini, akan dinampakkan oleh Allah.

Kenapa demikian? Karena alam akhirat adalah alam berdimensi 9 di langit yang ketujuh yang memungkinkan kita untuk melihat alam berdimensi lebih rendah langit 1 sampai dengan langit 6 dengan lebih gamblang.

Kita, manusia, hidup di langit pertama yang berdimensi 3. Sedangkan bangsa jin, menempati langit kedua yang berdimensi 4. Dan malaikat adalah makhluk Allah yang bisa bergerak lintas dimensi, sampai ke langit yang ketujuh.

Akan tetapi secara ringkas, saya ingin mengatakan bahwa di alam akhirat yang berdimensi 9 itu kita, tidak bisa menggunakan panca indera kita. Seperti halnya, kita tidak bisa melihat jin dan malaikat dengan mata kita. Bisanya hanya dengan indera ke enam. Apalagi untuk 'melihat' Allah. Mata kita tidak berfungsi. Allah hanya bisa 'dilihat' dengan mata batin, alias Hati.

Karena itu, orang yang tidak melatih hatinya saat hidup di dunia sehingga hatinya tertutup maka mereka akan dibangkitkan Allah di akhirat nanti dalam keadaan buta. Hal ini diungkapkan Allah dalam ayat-ayat berikut.

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thahaa:124)

"Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam, itu akan padam Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya." (QS. Israa:97)

Bagaimana cara melatih hati kita agar terbuka? Banyak banyaklah melakukan berbagai peribadatan yang diajarkan Rasulullah kepada kita, seperti shalat yang khusyuk, puasa, dzikir, berhaji, dan lain sebagainya dengan tulus dan ikhlas

MATA KETIGA DAN MATA HATI
Mata Ketiga berpusat di kelenjar Pineal Gland di otak kita. Sedangkan Mata Hati berpusat di Qolbu (Jantung) kita. Mata ketiga yg berpusat Di Pineal Gland mempunyai saluran yg terhubung dg Lathoif Qalbu yg ada di titik kepala jantung. Spiritualis non muslim menyatakan bahwa yg menjadi kepalanya (intinya) adalah pineal gland, sedangkan yg menjadi ekornya ada di jantung. Tapi menurut saya justru kebalikannya, yg berada di pineal gland itulah yg ekor, sedangkan pusatnya yg berada di Qalbu.

Maknanya, orang yg berlatih hanya meditasi mata ketiga belum tentu mampu mengaktifkan Lathoif Qolbunya, makanya mereka bilang Qalbu itu hanya ekor atau potensinya kecil. Itu karena mereka tidak mampu untuk mengolah lathoif qolbu. Sehingga menjadi wajarlah bila mereka tidak mampu menangkap kebenaran Tauhid dalam Islam.

Sedangkan bagi orang yg melatih Qolbunya, secara otomatis mata ketiganya atau Kelenjar Pineal Gland teraktivasi, jadi kesimpulannya mata ketiga itulah yg mengekor kepada Qalbu...

Sedangkan titik Lathoif Qolbu itu sendiri adalah titik ujung terluar dari jembatan penghubung yg menghubungkan alam Materi dengan Alam Maha Kosmos (Arsy/Alam Ketuhanan), yg rahasianya hanya diketahui oleh para pewaris Rasulullah Muhammad SAW. Dengan mengolah Mata Hati ini, maka tidak hanya indra keenam kita yang semakin tajam. Tetapi hati kita juga akan menjadi semakin jernih sehingga dapat menangkap kebenaran Tauhid dalam Islam. Memahami kebenaran Dua Kalimah Syahadat secara Hakiki. Tidak hanya bersaksi atas ke-esaan Tuhan, tetapi juga bersaksi atas kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Makanya, tdk heran perbedaan konsep ini juga berpengaruh pd perbedaan filosofi. Yang mana terkait dg ketauhidan yg terbagi menjadi dua filosofi, yaitu Beriman kpd Allah sebagai Dzat Pencipta alam semesta. Dan ini sesuai dg Al Quran. Dan beriman kpd Tuhan dlm konsep emanasi, yaitu makhluk dlm derajat Ruh (Sejatinya Diri/Higher Self) adalah merupakan emanasi dari Dzat Tuhan. Dan filosofi ini sgt dipengaruhi oleh konsep agama Hindu Budha dan faham Manunggaling Kawulo Gusti.

Jadi walupun agamanya islam, bila metode spiritualnya menjadikan cakra ajna & cakra mahkota ataupun pineal gland sbg pusat spiritulitasnya. Maka bs dipastikan secara ruhaniah dia akan tercetak utk mempunyai mindset faham emanasi, wihdatul wujud. Karena dia merasa diri sebagai bagian instrinsik dari Dzat Tuhan yang dalam hal ini Tuhan itu identik dengan Alam semesta.

Dari sini pulalah Konsep Nur Muhammad terpecah menjadi dua. Yaitu Nur Muhammad adalah semata-mata sebagai Inti & Ibu dari Energi Alam Semesta. Oleh karenanya siapapun saja tanpa memandang agamanya apa, akan dapat terhubung dengan Nur Muhammad ini. Asal dia sudah cukup mumpuni dalam melatih spiritualnya.

Sedangkan Konsep kedua memandang bahwa tidak semua manusia secara otomatis dapat mengakses Nur Muhammad, walaupun dia sudah sangat hebat dalam mengolah spiritualnya. Bila tidak mewarisi Nur Muhammad yang diwarisi dari Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Sebagai wasilah atau frekwensi pembawa ruhaninya untuk terhubung dengan Nur Muhammad. Serta sebagai wasilah untuk mendewasakan Ruhaninya mencapai derajat keseimbangan yang sempurna dalam Hakekat Muhammadiyah atau Insan Kamil. Jadi dalam konsep kedua ini Nur Muhammad mempunyai dua definisi, yaitu sebagai Inti & Ibu dari Energi Alam Semesta dan sebagai Al-Wasilah. Dan yang pasti konsep kedua ini menyatakan bahwa Nur Muhammad bukanlah Dzat Tuhan, Jadi Nur Muhammad hanyalah sekedar Makhluk Ciptaan Allah yang paling awal dan paling sempurna.


Adapted from: NAQSDNA

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 16.54
About Us-Privacy Policy-Contact us
Copyright © 2013 Wawasan spiritual dan blogging. Blogger Template by BloggerTheme9
Proudly Powered by Blogger.
back to top