18 Desember 2012



Lalu apa bedanya mendidik dan mengajar?
Apa beda antara menerbangkan pesawat besar A380 500 penumpang dengan pesawat kecil twin otter 6 penumpang? Dua-duanya bisa terbang, bahkan twin otter lebih cepat terbang. Tapi muatannya lebih banyak pesawat besar, tentu saja. Bedanya adalah pada panjang landasan. Pesawat kecil landasannya pendek, pesawat besar harus panjang.
Mengapa cobek batu jauh lebih murah daripada keramik cina? Perbandingan harganya bisa mencapai ribuan kali lipat. Mengapa? Karena proses pembuatan keramik cina lebih sulit. Namun hasil keramik cina jauh lebih bermutu tinggi.

Itulah beda mengajar dengan mendidik. Mendidik memerlukan landasan yang panjang dan ketelatenan proses yang sulit. Agar hasilnya mampu mengangkat beban berat dan berkualitas tinggi.

Pada prinsipnya PENDIDIKAN menjalankan tiga fungsi sekaligus :

  • Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang.
  • Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang di harapkan.
  • Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban.
Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengertian bahwa Mendidik bukan hanya “Transfer of Knowledge” tetapi juga “Transfer of Value”. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia. Sementara Mengajar hanya sampai pada tataran Transfer of Knowledge.
Dan lebih dalam dari itu dalam pelajaran spiritual, siswa akan diberikan Transmitter Energy dari alam KeTuhanan yaitu Transfer Energi Cahaya Ilahi “Nur Muhammad“, lengkap beserta The Way of Life System yang diperlukan untuk menumbuhkan Sistem Kultivasi di dalam diri siswa.

Sistem Kultivasi ini merupakan sebuah Sistem Sukses Otomatis yang akan membimbing Hati Nurani siswa agar meraih keselamatan dan kesuksesan selama hidup di dunia dan di akhirat. Walaupum sistem ini berasal dari Tradisi Agama Islam sebagai Agama saya, namun aplikasinya bersifat Universal dan dapat digunakan oleh siapa saja. Asal dia mau menjalani Syarat Rukun atau Tata Cara yang berlaku dalam pendidikan Spiritual yang saya berikan. Karena sistem ini berdasarkan Fitrah Dasar Manusia serta berdasarkan Sunnatullah (Hukum Universal Alam Semesta).
“Education is not preparation for life; education is life itself“ -
Pendidikan bukanlah persiapan untuk menghadapi kehidupan, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri -John Dewey-
Secara umum, PENDIDIKAN meliputi 3 hal pokok yang dituju bagi siswanya, yakni Afektif, Kognitif dan Psikomotorik. 

  1. Afektif yakni yang berkaitan dengan sikap, moral, etika, akhlak, manajemen emosi, dll.
  2. Kognitif yakni yang berkaitan dengan aspek pemikiran, transfer ilmu, logika, analisis, dll.
  3. Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif.
Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga belajar tetapi lebih ditentukan oleh instingnya, sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya, begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen.

Menurut Paulo Freire, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, sedangkan John Dewey mengatakan bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan agar ada perubahan dalam masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses transfer dan pencarian nilai yang terjadi di level individu maupun masyarakat yang mengarah kepada perubahan kondisi ke arah yang lebih baik. Maka sejatinya pendidikan adalah juga proses pembebasan manusia dari insting hewaniahnya.
Terdapat perbedaan mendasar antara mendidik dan mengajar, beberapa orang mungkin terjebak antara definisi mendidik dengan mengajar. Padahal, terdapat perbedaan yang mendasar antara keduanya. Mengajar merupakan kegiatan teknis keseharian seorang guru. Semua persiapan guru untuk mengajar bersifat teknis. Hasilnya juga dapat diukur dengan instrumen perubahan perilaku yang bersifat verbalistis. Tidak seluruh pendidikan adalah pembelajaran, sebaliknya tidak semua pembelajaran adalah pendidikan. Perbedaan antara mendidik dan mengajar sangat tipis, secara sederhana dapat dikatakan mengajar yang baik adalah mendidik. Dengan kata lain mendidik dapat menggunakan proses mengajar sebagai sarana untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan.

Mendidik lebih bersifat kegiatan berkerangka jangka menengah atau jangka panjang. Hasil pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu dekat atau secara instan. Pendidikan merupakan kegiatan integratif olah pikir, olah rasa, dan olah karsa yang bersinergi dengan perkembangan tingkat penalaran peserta didik.
Mengajar yang diikuti oleh kegiatan belajar-mengajar secara bersinergi sehingga materi yang disampaikan dapat meningkatkan wawasan keilmuwan, tumbuhnya keterampilan dan menghasilkan perubahan sikap mental/kepribadian, sesuai dengan nilai-nilai absolute dan nilai-nilai nisbi yang berlaku di lingkungan masyarakat dan bangsa bagi anak didik adalah kegiatan mendidik. Mendidik bobotnya adalah pembentukan sikap mental/kepribadian bagi anak didik , sedang mengajar bobotnya adalah penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keahlian tertentu yang berlangsung bagi semua manusia pada semua usia. Contoh seorang guru matematika mengajarkan kepada anak pintar menghitung, tapi anak tersebut tidak penuh perhitungan dalam segala tindakannya, maka kegiatan guru tersebut baru sebatas mengajar belum mendidik.

Tidak setiap guru mampu mendidik walaupun ia pandai mengajar, untuk menjadi pendidik guru tidak cukup menguasai materi dan keterampilan mengajar saja, tetapi perlu memahami dasar-dasar agama dan norma-norma dalam masyarakat, sehingga guru dalam pembelajaran mampu menghubungkan materi yang disampaikannya dengan sikap dan kepribadiaan yang harus tumbuh sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma dalam masyarakat.

Proses dalam pendidikan seharusnya dapat menjadi proses pembebasan manusia dari penindasan. Sejarah membuktikan telah begitu banyak proses penindasan terjadi terhadap manusia, bahkan hingga saat ini. Karena baik si penindas, maupun yang tertindas, sama-sama mengalami proses dehumanisasi (kehilangan kemanusiannya) karena menyalahi kodrat manusia itu sendiri. Sejatinya manusia harus dipandang dan diperlakukan sebagai seorang manusia yang memiliki hak dan kewajiban serta sama harkat dan martabatnya dengan manusia lain. Pendidikan pun seharusnya tidak menempatkan guru/pengajar sebagai subjek dan murid/peserta belajar sebagai objek, namun, menempatkan guru/pengajar sebagai subjek (dalam hal ini fasilitator) dan murid/perserta belajar sebagai subjek pula. Sehingga pendidikan kritis pun dapat terwujud dan menghasilkan manusia yang kritis dan mampu membawa perubahan dalam masyarakat ke arah yang lebih baik.

Jadi, jika hasil pengajaran dapat dilihat dalam waktu singkat atau paling lama tiga tahun, keluaran pendidikan tidak dapat dilihat sebagai satu hasil yang segmentatif. Hasil pendidikan tercermin dalam sikap, sifat, perilaku, tindakan, gaya menalar, gaya merespons, dan corak pengambilan keputusan peserta didik atas suatu perkara.

Konsep Pendidikan Rasulullah SAW.

Huwalladzii ba’atsa fii al-ummiyyiina rasuulamminhum yatluu ‘alayhim aayaatihi wayuzakkiihim wa yu’allimuhumulkitaaba walhikmata wa-in kaanuu min qablu lafii dhalaalin mubiinin
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (Al-Jumu’ah: 2)
Dari ayat di atas, para mufassirin menerangkan bahwa di antara tugas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam kepada umatnya adalah:

  1. Membacakan ayat-ayat Allah
  2. MenTazkyiyah Nafs (mengKultivasi) atau mensucikan mereka
  3. Mengajarkan kitab dan Himah kepada mereka.
Dan dari ayat di atas juga bisa diketahui bahwa umat manusia sebelum datangnya Rasulullah, dalam keadaan sesat yang nyata, yang berupa kemusyrikan, kemerosotan akhlak dan mereka dalam puncak Perubahan besar yang dibentuk Rasulullah saw di tengah-tengah kehidupan manusia tidak pernah ada tandingannya sepanjang sejarah. Meski dalam keadaan yang sangat sulit, sarana dan prasarana seadanya, dan dukungan massa terbatas. Tak ada kata putus asa. Hingga beliau saw mampu mengikis akar pemikiran dan tradisi jahiliyah kaumnya yang. Usaha keras Rasulullah saw berhasil membongkar pohon jahiliyah yang tertanam kuat di dalam hati kaum jahiliyah.

Beliau saw berhasil membangun peradaban dan budaya pencerahan yang gemilang. Islam berdiri tegak di atas puing-puing kejahiliyahan dan kondisi sosial primitif yang berkepanjangan.
Hal itu tidak lain, karena beliau saw memiliki metode pendidikan dan pengajaran yang tepat dan brilian. Metode yang menyinergikan akhlak mulia dengan ilmu pengetahuan, mengedepankan praktek daripada teori, bertahap dan berkesinambungan, mengorelasikan teori pengetahuan dengan percobaan. Kesuksesan itu karena metode yang dikawal dari Allah SWT yang ilmu-Nya meliputi segala tempat dan zaman.

Beliau telah meretas jalan sukses dalam bidang pendidikan dan pengajaran. sehingga mampu para sahabatnya sebagai generasi yang sanggup memikul amanah. Para sahabat radiallahu anhum kepada generasi berikutnya, melestarikan peradaban Islam yang rahmatan lil alamin. Meski Rasulullah saw wafat menghadap Tuhan semesta alam.

Hakekat dan Tujuan Pendidikan Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT adalah seorang pendidik (al-Jumu’ah: 2; al-Baqarah 151). Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa misi dan tugas Nabi sebagai seorang Rasul adalah membacakan ayat-ayat-Nya (tilawah), mensucikan jiwa (tazkiyah) yang diartikan dengan mendidik, serta mengajarkan al-Kitab dan al-hikmah (ta’lim), yang berarti proses mengajar untuk membekali seseorang dengan berbagai ilmu pengetahuan, baik yang terkait dengan alam nyata maupun metafisika, yang tetap bersandar pada al-Qur’an an as-sunnah. Tujuan pembacaan, penyucian dan pengajaran tersebut adalah pengabdian kepada Allah, sejalan dengan tujuan penciptaan manusia. Ketiga tugas tersebut dapat diidentikkan dengan fungsi pendidikan dan pengajaran yang diemban oleh Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pendidik. Jadi, pendidikan yang baik dan ideal harus mengandung ketiga unsur tersebut.
Rasulullah dengan cara di atas telah sukses mendidik para sahabatnya menjadi masyarakat yang berbudi tinggi dan mulia, dari masyarakat jahiliyah menjadi bangsa yang berbudaya, bermoral, serta berpengetahuan. Jadi, pendidikan tidak hanya menekankan pada orientasi intelektualitas semata, tetapi juga menekankan pada pembentukan kepribadian yang utuh, yang tercerminkan dalam aktifitas tilawah, tazkiyah, dan ta’lim. Pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya, sehingga mampu mengemban tugas sebagai ‘Abdullah dan Khalifatullah adalah tujuan pendidikan Qur’ani.
Selain itu, al-Baqarah 31 menunjukkan proses ta’lim, yaitu ketika Allah SWT mengajarkan (‘allama) nama-nama kepada Nabi Adam. Allah mengajari Nabi Adam nama-nama benda seluruhya, yakni pengetahuan tentang nama-nama benda serta menjelaskan fungsi-fungsinya. Dengan demikian, secara spesifik maka ta’lim berarti bimbingan yang menekankan kepad aspek peningkatan intelektualitas peserta didik, itu tersirat dalam proses penciptaan Nabi Adam, dimana Allah mengajarkan kepadanya nama-nama sebagai bekal menjadi khalifah.

Tujuan pendidikan adalah untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat (adz-Dzaariyaat: 56; al-An’am, 162). Jadi, tujuan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kepandaian akal semata, tetapi untuk memperoleh hidayah dan kesucian hati. Ilmu pengetahuan harus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga ilmu harus dipenuhi dengan nilai-nilai ketuhanan (bismi rabbika).

Al-Qur’an menggambarkan profil hamba Allah yang ideal, yang tentunya menjadi orientasi pendidikan Qur’ani. Mereka adalah orang-orang yang berakidah lurus, beribadah secara istiqomah dan penuh ketundukan, serta mempunyai akhlak yang luhur. Mereka memiliki sikap rendah hati, tidak sombong, berbicara dengan kata-kata yang baik, dan tidak menanamkan kebencian, serta jika mereka dicela, dibalasnya dengan cara yang baik. Mereka orang-orang yang menghabiskan sebagian malamnya untuk melakukan shalat serta ‘amal shalih lainnya, selalu memohon dihindarkan dari adzab neraka, dan proporsional dalam membelanjakan harta. Mereka juga tidak berlaku syirik, membunuh, ataupun berzina, tidak memberikan kesaksian palsu dan tidak melakukan hal-hal yang tercela. (al-Furqan 63-77)
Tujuan pendidikan Qur’ani adalah membentuk generasi rabbaniyyiin (ali Imran 79). Yaitu orang-orang yang berilmu, namun tetap ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT, bertakwa, mawas diri dalam berbicara dan bertindak, memadukan antara ilmu dan amal, serta mengabdikan dirinya untuk mengajarkan manusia sesuatu yang bermanfaat. Ilmu pengetahuan, pengajaran, dan proses belajar seharusnya mengantarkan seseorang kepada tingkat rabbaniy. Jadi, pendidikan moral untuk mencapai akhlak yang sempurna adalah jiwa pendidikan Islam. Pengetahuan seharusnya membawa para ilmuwan Muslim untuk beriman, tunduk dan ada rasa takut (khasyyah) kepada Allah SWT (al-Fatir 28).

Kurikulum Pendidikan
Ayat-ayat yang menceritakan pesan-pesan Luqman kepada putranya, yang terangkum dalam QS. 31:16 bisa menjadi acuan untuk menjadi materi (kurikulum) pendidikan. Dalam rangkaian ayat tersebut, Luqman mewasiatkan kepada putranya agar bersyukur, tidak menyekutukan Allah, berbuat baik kepada orang tua, bertindak dengan berdasarkan ilmu, senantiasa merasa diawasi Allah, mendirikan shalat, melakukan amar ma’ruf nahy mungkar, tidak menyombongkan diri, sederhana dalam berjalan dan bersuara. Jika dirangkum, ada tiga pesan penting dalam wasiat-wasiat tersebut; pertama adalah penanaman tauhid, akidah yang lurus, dan pengenalan akan keagungan Allah SWT. Jadi, fokus utama pendidikan Qur’ani adalah pendidikan iman.
Sebab jika iman sudah benar dan tertancap kuat dalam hati, maka akan luruslah semua aspek kehidupan seseorang. Kedua, penegasan untuk mentaati perintah-perintah Allah SWT (syari’at). Ketiga pengajaran tentang etika sosial berupa sifat sabar, gemar berterima kasih, cara berjalan yang baik, merendahkan suara, dan tidak sombong. Semua itu sejalan dengan perintah al-Qur’an yang lain bagi para orang tua sebagai pendidik, seperti perintah untuk mendirikan shalat (Thaha:132), dan perintah menjaga anggota keluarga dari api neraka (at-Tahrim:6).

Meskipun fokus utama materi pendidikan al-Qur’an adalah terkait dengan akidah, ibadah, dan akhlak, tetapi bukan berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Materi yang sudah disebutkan di atas, diberi perhatian lebih awal karena ia akan menjadi pondasi pembentukan karakter seorang mu’min yang berakidah lurus dan kokoh, beribadah benar dan istiqomah, serta berakhlak terpuji yang mendarah daging. Banyak ayat lain dalam al-Qur’an yang berulang-kali meminta manusia menggunakan akal dan panca inderanya untuk membaca tanda-tanda alam sebagai bentuk kekuasaan Allah (Yunus: 101; an-Nahl:78 ; al-Jatsiyah: 13 dan al-Baqarah: 31).

Jadi al-Qur’an tidak hanya mendorong belajar ilmu akidah, syari’ah dan akhlak saja. Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan lainnya. Al-Qur’an menetapkan alam semesta ini adalah ‘buku’ yang harus dibaca untuk menuju ma’rifatullah. Al-Qur’an mendorong pembelajaran dalam konteks yang seluas-luasnya. Jadi, seorang muslim wajib belajar sains, karena sains menjadi salah satu alat untuk membuktikan kekuasaan Allah, selain ayat-ayat tanziliyah (wahyu).
Potret manusia yang ingin dihasilkan oleh pendidikan Qur’ani adalah Ulil Albab, “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari siksa api neraka.” (Ali Imran 191). Itulah cermin manusia seutuhnya yang menggunakan hati dan fikirannya untuk selalu berdzikir kepada Allah, bertafakkur, dan mengamati alam semesta. Kurikulum pendidikan Qur’ani tidak memisahkan secara dikotomis antara pendidikan ‘agama’ dan pendidikan ‘umum’. Sebab pada dasarnya semua yang ada di alam semesta ini, sebagaimana Wahyu bersumber dari Allah SWT.

Berbeda dengan objek ilmu di Barat- pengetahuan versi al-Qur’an tidak terbatas pada apa yang bisa diindera saja, melainkan mencakup juga apa yang tidak bisa diindera (al-Haqqah: 38-39). Yang tidak bisa diindera ini (al-ghayb) tentunya hanya bisa diterima dengan pendekatan keimanan, yang dalam prakteknya biasanya bisa dipelajari dan diperoleh dengan meningkatkan kualitas ketakwaan, kesungguhan serta istiqomah dalam beribadah.

Jadi, antara wahyu dan akal, atau iman dan ilmu tidak boleh dipisahkan, karena akan menurunkan martabat manusia itu sendiri. Iman tanpa ilmu akan menimbulkan keterbelakangan, takhayul dan kebodohan. Sebaliknya, ilmu tanpa iman akan mengumbar nafsu, kesombongan, kerakusan, penindasan dan penipuan. Konsep pendidikan Qur’ani menawarkan sesuatu yang holistik yang memadukan agama dan sains dan menekankan aspek ukhrawi dan duniawi. Tidak mungkin manusia bisa mencapai kebahagiaan akhirat tanpa melalui jalan dunia. Sebaliknuya, tanpa pengetahuan ‘ukhrawi’ niscaya kehidupan seseorang di dunia akan hampa tanpa tujuan. Kebahagiaan dunia akan tidak berguna, jika kelak di akhirat sengsara (al-Qasash: 77 dan al-Baqarah: 201).

Kesimpulannya, konsep pendidikan menurut al-Qur’an diarahkan untuk mengembangkan berbagai potensi manusia semaksimal mungkin, sehingga akan bermanfaat dan juga menghasilkan rasa takut kepada Allah SWT.

Semoga bermanfaat..

Perbedaan Mendidik dan Mengajar

Posted at  22.29  |  in  wawasan umum  |  Read More»



Lalu apa bedanya mendidik dan mengajar?
Apa beda antara menerbangkan pesawat besar A380 500 penumpang dengan pesawat kecil twin otter 6 penumpang? Dua-duanya bisa terbang, bahkan twin otter lebih cepat terbang. Tapi muatannya lebih banyak pesawat besar, tentu saja. Bedanya adalah pada panjang landasan. Pesawat kecil landasannya pendek, pesawat besar harus panjang.
Mengapa cobek batu jauh lebih murah daripada keramik cina? Perbandingan harganya bisa mencapai ribuan kali lipat. Mengapa? Karena proses pembuatan keramik cina lebih sulit. Namun hasil keramik cina jauh lebih bermutu tinggi.

Itulah beda mengajar dengan mendidik. Mendidik memerlukan landasan yang panjang dan ketelatenan proses yang sulit. Agar hasilnya mampu mengangkat beban berat dan berkualitas tinggi.

Pada prinsipnya PENDIDIKAN menjalankan tiga fungsi sekaligus :

  • Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang.
  • Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang di harapkan.
  • Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban.
Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengertian bahwa Mendidik bukan hanya “Transfer of Knowledge” tetapi juga “Transfer of Value”. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia. Sementara Mengajar hanya sampai pada tataran Transfer of Knowledge.
Dan lebih dalam dari itu dalam pelajaran spiritual, siswa akan diberikan Transmitter Energy dari alam KeTuhanan yaitu Transfer Energi Cahaya Ilahi “Nur Muhammad“, lengkap beserta The Way of Life System yang diperlukan untuk menumbuhkan Sistem Kultivasi di dalam diri siswa.

Sistem Kultivasi ini merupakan sebuah Sistem Sukses Otomatis yang akan membimbing Hati Nurani siswa agar meraih keselamatan dan kesuksesan selama hidup di dunia dan di akhirat. Walaupum sistem ini berasal dari Tradisi Agama Islam sebagai Agama saya, namun aplikasinya bersifat Universal dan dapat digunakan oleh siapa saja. Asal dia mau menjalani Syarat Rukun atau Tata Cara yang berlaku dalam pendidikan Spiritual yang saya berikan. Karena sistem ini berdasarkan Fitrah Dasar Manusia serta berdasarkan Sunnatullah (Hukum Universal Alam Semesta).
“Education is not preparation for life; education is life itself“ -
Pendidikan bukanlah persiapan untuk menghadapi kehidupan, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri -John Dewey-
Secara umum, PENDIDIKAN meliputi 3 hal pokok yang dituju bagi siswanya, yakni Afektif, Kognitif dan Psikomotorik. 

  1. Afektif yakni yang berkaitan dengan sikap, moral, etika, akhlak, manajemen emosi, dll.
  2. Kognitif yakni yang berkaitan dengan aspek pemikiran, transfer ilmu, logika, analisis, dll.
  3. Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif.
Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga belajar tetapi lebih ditentukan oleh instingnya, sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya, begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen.

Menurut Paulo Freire, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, sedangkan John Dewey mengatakan bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan agar ada perubahan dalam masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses transfer dan pencarian nilai yang terjadi di level individu maupun masyarakat yang mengarah kepada perubahan kondisi ke arah yang lebih baik. Maka sejatinya pendidikan adalah juga proses pembebasan manusia dari insting hewaniahnya.
Terdapat perbedaan mendasar antara mendidik dan mengajar, beberapa orang mungkin terjebak antara definisi mendidik dengan mengajar. Padahal, terdapat perbedaan yang mendasar antara keduanya. Mengajar merupakan kegiatan teknis keseharian seorang guru. Semua persiapan guru untuk mengajar bersifat teknis. Hasilnya juga dapat diukur dengan instrumen perubahan perilaku yang bersifat verbalistis. Tidak seluruh pendidikan adalah pembelajaran, sebaliknya tidak semua pembelajaran adalah pendidikan. Perbedaan antara mendidik dan mengajar sangat tipis, secara sederhana dapat dikatakan mengajar yang baik adalah mendidik. Dengan kata lain mendidik dapat menggunakan proses mengajar sebagai sarana untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan.

Mendidik lebih bersifat kegiatan berkerangka jangka menengah atau jangka panjang. Hasil pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu dekat atau secara instan. Pendidikan merupakan kegiatan integratif olah pikir, olah rasa, dan olah karsa yang bersinergi dengan perkembangan tingkat penalaran peserta didik.
Mengajar yang diikuti oleh kegiatan belajar-mengajar secara bersinergi sehingga materi yang disampaikan dapat meningkatkan wawasan keilmuwan, tumbuhnya keterampilan dan menghasilkan perubahan sikap mental/kepribadian, sesuai dengan nilai-nilai absolute dan nilai-nilai nisbi yang berlaku di lingkungan masyarakat dan bangsa bagi anak didik adalah kegiatan mendidik. Mendidik bobotnya adalah pembentukan sikap mental/kepribadian bagi anak didik , sedang mengajar bobotnya adalah penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keahlian tertentu yang berlangsung bagi semua manusia pada semua usia. Contoh seorang guru matematika mengajarkan kepada anak pintar menghitung, tapi anak tersebut tidak penuh perhitungan dalam segala tindakannya, maka kegiatan guru tersebut baru sebatas mengajar belum mendidik.

Tidak setiap guru mampu mendidik walaupun ia pandai mengajar, untuk menjadi pendidik guru tidak cukup menguasai materi dan keterampilan mengajar saja, tetapi perlu memahami dasar-dasar agama dan norma-norma dalam masyarakat, sehingga guru dalam pembelajaran mampu menghubungkan materi yang disampaikannya dengan sikap dan kepribadiaan yang harus tumbuh sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma dalam masyarakat.

Proses dalam pendidikan seharusnya dapat menjadi proses pembebasan manusia dari penindasan. Sejarah membuktikan telah begitu banyak proses penindasan terjadi terhadap manusia, bahkan hingga saat ini. Karena baik si penindas, maupun yang tertindas, sama-sama mengalami proses dehumanisasi (kehilangan kemanusiannya) karena menyalahi kodrat manusia itu sendiri. Sejatinya manusia harus dipandang dan diperlakukan sebagai seorang manusia yang memiliki hak dan kewajiban serta sama harkat dan martabatnya dengan manusia lain. Pendidikan pun seharusnya tidak menempatkan guru/pengajar sebagai subjek dan murid/peserta belajar sebagai objek, namun, menempatkan guru/pengajar sebagai subjek (dalam hal ini fasilitator) dan murid/perserta belajar sebagai subjek pula. Sehingga pendidikan kritis pun dapat terwujud dan menghasilkan manusia yang kritis dan mampu membawa perubahan dalam masyarakat ke arah yang lebih baik.

Jadi, jika hasil pengajaran dapat dilihat dalam waktu singkat atau paling lama tiga tahun, keluaran pendidikan tidak dapat dilihat sebagai satu hasil yang segmentatif. Hasil pendidikan tercermin dalam sikap, sifat, perilaku, tindakan, gaya menalar, gaya merespons, dan corak pengambilan keputusan peserta didik atas suatu perkara.

Konsep Pendidikan Rasulullah SAW.

Huwalladzii ba’atsa fii al-ummiyyiina rasuulamminhum yatluu ‘alayhim aayaatihi wayuzakkiihim wa yu’allimuhumulkitaaba walhikmata wa-in kaanuu min qablu lafii dhalaalin mubiinin
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (Al-Jumu’ah: 2)
Dari ayat di atas, para mufassirin menerangkan bahwa di antara tugas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam kepada umatnya adalah:

  1. Membacakan ayat-ayat Allah
  2. MenTazkyiyah Nafs (mengKultivasi) atau mensucikan mereka
  3. Mengajarkan kitab dan Himah kepada mereka.
Dan dari ayat di atas juga bisa diketahui bahwa umat manusia sebelum datangnya Rasulullah, dalam keadaan sesat yang nyata, yang berupa kemusyrikan, kemerosotan akhlak dan mereka dalam puncak Perubahan besar yang dibentuk Rasulullah saw di tengah-tengah kehidupan manusia tidak pernah ada tandingannya sepanjang sejarah. Meski dalam keadaan yang sangat sulit, sarana dan prasarana seadanya, dan dukungan massa terbatas. Tak ada kata putus asa. Hingga beliau saw mampu mengikis akar pemikiran dan tradisi jahiliyah kaumnya yang. Usaha keras Rasulullah saw berhasil membongkar pohon jahiliyah yang tertanam kuat di dalam hati kaum jahiliyah.

Beliau saw berhasil membangun peradaban dan budaya pencerahan yang gemilang. Islam berdiri tegak di atas puing-puing kejahiliyahan dan kondisi sosial primitif yang berkepanjangan.
Hal itu tidak lain, karena beliau saw memiliki metode pendidikan dan pengajaran yang tepat dan brilian. Metode yang menyinergikan akhlak mulia dengan ilmu pengetahuan, mengedepankan praktek daripada teori, bertahap dan berkesinambungan, mengorelasikan teori pengetahuan dengan percobaan. Kesuksesan itu karena metode yang dikawal dari Allah SWT yang ilmu-Nya meliputi segala tempat dan zaman.

Beliau telah meretas jalan sukses dalam bidang pendidikan dan pengajaran. sehingga mampu para sahabatnya sebagai generasi yang sanggup memikul amanah. Para sahabat radiallahu anhum kepada generasi berikutnya, melestarikan peradaban Islam yang rahmatan lil alamin. Meski Rasulullah saw wafat menghadap Tuhan semesta alam.

Hakekat dan Tujuan Pendidikan Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT adalah seorang pendidik (al-Jumu’ah: 2; al-Baqarah 151). Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa misi dan tugas Nabi sebagai seorang Rasul adalah membacakan ayat-ayat-Nya (tilawah), mensucikan jiwa (tazkiyah) yang diartikan dengan mendidik, serta mengajarkan al-Kitab dan al-hikmah (ta’lim), yang berarti proses mengajar untuk membekali seseorang dengan berbagai ilmu pengetahuan, baik yang terkait dengan alam nyata maupun metafisika, yang tetap bersandar pada al-Qur’an an as-sunnah. Tujuan pembacaan, penyucian dan pengajaran tersebut adalah pengabdian kepada Allah, sejalan dengan tujuan penciptaan manusia. Ketiga tugas tersebut dapat diidentikkan dengan fungsi pendidikan dan pengajaran yang diemban oleh Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pendidik. Jadi, pendidikan yang baik dan ideal harus mengandung ketiga unsur tersebut.
Rasulullah dengan cara di atas telah sukses mendidik para sahabatnya menjadi masyarakat yang berbudi tinggi dan mulia, dari masyarakat jahiliyah menjadi bangsa yang berbudaya, bermoral, serta berpengetahuan. Jadi, pendidikan tidak hanya menekankan pada orientasi intelektualitas semata, tetapi juga menekankan pada pembentukan kepribadian yang utuh, yang tercerminkan dalam aktifitas tilawah, tazkiyah, dan ta’lim. Pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya, sehingga mampu mengemban tugas sebagai ‘Abdullah dan Khalifatullah adalah tujuan pendidikan Qur’ani.
Selain itu, al-Baqarah 31 menunjukkan proses ta’lim, yaitu ketika Allah SWT mengajarkan (‘allama) nama-nama kepada Nabi Adam. Allah mengajari Nabi Adam nama-nama benda seluruhya, yakni pengetahuan tentang nama-nama benda serta menjelaskan fungsi-fungsinya. Dengan demikian, secara spesifik maka ta’lim berarti bimbingan yang menekankan kepad aspek peningkatan intelektualitas peserta didik, itu tersirat dalam proses penciptaan Nabi Adam, dimana Allah mengajarkan kepadanya nama-nama sebagai bekal menjadi khalifah.

Tujuan pendidikan adalah untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat (adz-Dzaariyaat: 56; al-An’am, 162). Jadi, tujuan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kepandaian akal semata, tetapi untuk memperoleh hidayah dan kesucian hati. Ilmu pengetahuan harus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga ilmu harus dipenuhi dengan nilai-nilai ketuhanan (bismi rabbika).

Al-Qur’an menggambarkan profil hamba Allah yang ideal, yang tentunya menjadi orientasi pendidikan Qur’ani. Mereka adalah orang-orang yang berakidah lurus, beribadah secara istiqomah dan penuh ketundukan, serta mempunyai akhlak yang luhur. Mereka memiliki sikap rendah hati, tidak sombong, berbicara dengan kata-kata yang baik, dan tidak menanamkan kebencian, serta jika mereka dicela, dibalasnya dengan cara yang baik. Mereka orang-orang yang menghabiskan sebagian malamnya untuk melakukan shalat serta ‘amal shalih lainnya, selalu memohon dihindarkan dari adzab neraka, dan proporsional dalam membelanjakan harta. Mereka juga tidak berlaku syirik, membunuh, ataupun berzina, tidak memberikan kesaksian palsu dan tidak melakukan hal-hal yang tercela. (al-Furqan 63-77)
Tujuan pendidikan Qur’ani adalah membentuk generasi rabbaniyyiin (ali Imran 79). Yaitu orang-orang yang berilmu, namun tetap ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT, bertakwa, mawas diri dalam berbicara dan bertindak, memadukan antara ilmu dan amal, serta mengabdikan dirinya untuk mengajarkan manusia sesuatu yang bermanfaat. Ilmu pengetahuan, pengajaran, dan proses belajar seharusnya mengantarkan seseorang kepada tingkat rabbaniy. Jadi, pendidikan moral untuk mencapai akhlak yang sempurna adalah jiwa pendidikan Islam. Pengetahuan seharusnya membawa para ilmuwan Muslim untuk beriman, tunduk dan ada rasa takut (khasyyah) kepada Allah SWT (al-Fatir 28).

Kurikulum Pendidikan
Ayat-ayat yang menceritakan pesan-pesan Luqman kepada putranya, yang terangkum dalam QS. 31:16 bisa menjadi acuan untuk menjadi materi (kurikulum) pendidikan. Dalam rangkaian ayat tersebut, Luqman mewasiatkan kepada putranya agar bersyukur, tidak menyekutukan Allah, berbuat baik kepada orang tua, bertindak dengan berdasarkan ilmu, senantiasa merasa diawasi Allah, mendirikan shalat, melakukan amar ma’ruf nahy mungkar, tidak menyombongkan diri, sederhana dalam berjalan dan bersuara. Jika dirangkum, ada tiga pesan penting dalam wasiat-wasiat tersebut; pertama adalah penanaman tauhid, akidah yang lurus, dan pengenalan akan keagungan Allah SWT. Jadi, fokus utama pendidikan Qur’ani adalah pendidikan iman.
Sebab jika iman sudah benar dan tertancap kuat dalam hati, maka akan luruslah semua aspek kehidupan seseorang. Kedua, penegasan untuk mentaati perintah-perintah Allah SWT (syari’at). Ketiga pengajaran tentang etika sosial berupa sifat sabar, gemar berterima kasih, cara berjalan yang baik, merendahkan suara, dan tidak sombong. Semua itu sejalan dengan perintah al-Qur’an yang lain bagi para orang tua sebagai pendidik, seperti perintah untuk mendirikan shalat (Thaha:132), dan perintah menjaga anggota keluarga dari api neraka (at-Tahrim:6).

Meskipun fokus utama materi pendidikan al-Qur’an adalah terkait dengan akidah, ibadah, dan akhlak, tetapi bukan berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Materi yang sudah disebutkan di atas, diberi perhatian lebih awal karena ia akan menjadi pondasi pembentukan karakter seorang mu’min yang berakidah lurus dan kokoh, beribadah benar dan istiqomah, serta berakhlak terpuji yang mendarah daging. Banyak ayat lain dalam al-Qur’an yang berulang-kali meminta manusia menggunakan akal dan panca inderanya untuk membaca tanda-tanda alam sebagai bentuk kekuasaan Allah (Yunus: 101; an-Nahl:78 ; al-Jatsiyah: 13 dan al-Baqarah: 31).

Jadi al-Qur’an tidak hanya mendorong belajar ilmu akidah, syari’ah dan akhlak saja. Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan lainnya. Al-Qur’an menetapkan alam semesta ini adalah ‘buku’ yang harus dibaca untuk menuju ma’rifatullah. Al-Qur’an mendorong pembelajaran dalam konteks yang seluas-luasnya. Jadi, seorang muslim wajib belajar sains, karena sains menjadi salah satu alat untuk membuktikan kekuasaan Allah, selain ayat-ayat tanziliyah (wahyu).
Potret manusia yang ingin dihasilkan oleh pendidikan Qur’ani adalah Ulil Albab, “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari siksa api neraka.” (Ali Imran 191). Itulah cermin manusia seutuhnya yang menggunakan hati dan fikirannya untuk selalu berdzikir kepada Allah, bertafakkur, dan mengamati alam semesta. Kurikulum pendidikan Qur’ani tidak memisahkan secara dikotomis antara pendidikan ‘agama’ dan pendidikan ‘umum’. Sebab pada dasarnya semua yang ada di alam semesta ini, sebagaimana Wahyu bersumber dari Allah SWT.

Berbeda dengan objek ilmu di Barat- pengetahuan versi al-Qur’an tidak terbatas pada apa yang bisa diindera saja, melainkan mencakup juga apa yang tidak bisa diindera (al-Haqqah: 38-39). Yang tidak bisa diindera ini (al-ghayb) tentunya hanya bisa diterima dengan pendekatan keimanan, yang dalam prakteknya biasanya bisa dipelajari dan diperoleh dengan meningkatkan kualitas ketakwaan, kesungguhan serta istiqomah dalam beribadah.

Jadi, antara wahyu dan akal, atau iman dan ilmu tidak boleh dipisahkan, karena akan menurunkan martabat manusia itu sendiri. Iman tanpa ilmu akan menimbulkan keterbelakangan, takhayul dan kebodohan. Sebaliknya, ilmu tanpa iman akan mengumbar nafsu, kesombongan, kerakusan, penindasan dan penipuan. Konsep pendidikan Qur’ani menawarkan sesuatu yang holistik yang memadukan agama dan sains dan menekankan aspek ukhrawi dan duniawi. Tidak mungkin manusia bisa mencapai kebahagiaan akhirat tanpa melalui jalan dunia. Sebaliknuya, tanpa pengetahuan ‘ukhrawi’ niscaya kehidupan seseorang di dunia akan hampa tanpa tujuan. Kebahagiaan dunia akan tidak berguna, jika kelak di akhirat sengsara (al-Qasash: 77 dan al-Baqarah: 201).

Kesimpulannya, konsep pendidikan menurut al-Qur’an diarahkan untuk mengembangkan berbagai potensi manusia semaksimal mungkin, sehingga akan bermanfaat dan juga menghasilkan rasa takut kepada Allah SWT.

Semoga bermanfaat..

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 22.29




 KELAHIRAN KEDUA
Supaya manusia menjadi Insan Kamil, menjadi manusia sempurna baik lahir maupun batin, sehingga mampu menduduki maqom Kholifah Bumi, maka manusia harus terlebih dahulu pernah mengalami kelahiran kedua. Kelahiran pertama merupakan kelahiran jasmani sedangkan kelahiran kedua adalah kelahiran ruhani. Yakni terbukanya matahati untuk menerima pancaran ‘nur makrifatullah’ sehingga manusia bisa terlepas dari kejumudan hatinya sendiri. Kelahiran kedua tersebut dalam arti, hakekat manusia yang disebut nismatul ‘adamiyah yang dibungkus dengan jismul mahsusah atau jasad kasar telah mendapatkan rahasia hidayah Alloh yang dipancarkan dari tempat perbendaharaannya. Itulah “Nur di atas Nur” yang disebut “nismatul ‘ubudiyah”. Dengan kelahiran kedua ini, maka ilmu dan iman manusia telah mampu menyinari perilakunya sendiri.

Itulah buah ibadah pertama yang dihasilkan oleh seorang salik di jalan Allah. Yaitu orang-orang berilmu dan beriman yang dengan kemauan sendiri selalu berusaha mencari tahu tentang jati dirinya dan Tuhannya. Apabila perjalanan tersebut mendapatkan petunjuk dan bimbingan yang benar, maka tahap pertama yang akan dihasilkan adalah mendapatkan futuh atau terbukanya matahati sehingga hatinya terbebas dari tipudaya nafsu dan keraguan pikir.

Rongga dada orang berilmu dan beriman yang terkadang sempat menjadi sempit di saat menghadapi kesulitan hidup yang sedang menghimpit. Disebabkan karena ilmunya baru bisa dipakai berargumentasi dan mengajari orang untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan. Ilmu dan iman tersebut belum mampu menyinari hatinya sendiri, sehingga terkadang sempat menjadi bingung kehilangan pegangan, bahkan membutuhkan orang lain untuk menemukan solusi permasalahan hidup yang sedang membelenggu angan. Dengan kelahiran kedua ini mereka mampu menempuh jalan, memohon petunjuk kepada Allah untuk terbukanya pintu penyelesaian. Karena dengan kelahiran kedua tersebut berarti manusia telah menemukan sumber rahasia hidayah yang didatangkan dari alam kelanggengan. Pintu ghaib dalam hatinya sudah pernah terbuka meski hanya sekejap, namun dengan itu,—dengan izin Tuhanya, suatu saat orang tersebut dapat membukan kembali ketika membutuhkan.

Terbukanya pintu ghaib dalam hati itu merupakan potensi hati yang harus digali oleh orang yang berilmu dan beriman. Merupakan sarana hubungan secara pribadi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Orang berilmu dan beriman yang mendapatkan ‘futuh ilahiyat’ tersebut, sehingga setelah itu mereka mampu mengusir keraguan yang seringkali datang membelenggu hatinya sendiri, mereka itu berarti telah mengalami kelahiran kedua.

Ketika kelahiran kedua itu sudah dicapai, berarti orang tersebut bagaikan telah mendapatkan bibit unggul dalam hatinya sendiri. Selanjutnya mereka tidak boleh berdiam diri hanya sampai disitu saja. Mereka tidak boleh membiarkan bibit itu kembali menjadi mati, mereka harus menanam bibit itu dalam hatinya sendiri pula dengan melanjutkan perjalanan tiada henti.

Mereka harus meningkatkan mujahadah dan riyadhloh di jalan Allah, baik dengan dzikir maupun fikir, baik secara vertikal maupun horizontal. Dalam arti mampu meredam kehendak emosional dan rasional supaya kehendak spiritual dominan menyinari kehidupannya. Mujahadah dan riyadloh itu bahkan harus dilakukan terus-menerus sampai keraguan hati yang seringkali masih singgah dalam hati benar-benar telah menjelma menjadi keyakinan yang kuat. Allah memberikan sinyaleman hal tersebut dengan firmanNya:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ(62)الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ(63)لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar”. (QS.Yunus;10/62-64)
Jika kelahiran pertama untuk memulai kehidupan jasmani, maka kelahiran kedua adalah untuk memulai kehidupan ruhani. Sebagaimana awal kehidupan jasmani, manusia harus mengalami kelahiran yang kemudian dengan proses panjang menuju kedewasaan usia, maka seperti itu pula yang terjadi di dalam kehidupan ruhani. Untuk mencapai kematangan ruhani itu, disamping manusia harus mengalami proses kelahiran ruhani, juga mampu ditindaklanjuti dengan mujahadah dan riyadloh secara istiqomah sehingga matahati seorang hamba menjadi cemerlang dan tembus pandang atau firasatnya tajam.

Jika proses kelahiran yang pertama mengikuti sistem(sunnah) yang sudah diatur mutlak oleh kehendak Allah, kelahiran kedua tidaklah demikian. Kelahiran kedua ini harus diupayakan sendiri oleh manusia, yaitu dengan jalan memadukan ilmu, iman dan amal di dalam pelaksanaan jalan ibadah atau thoriqoh yang terbimbing oleh guru mursyid yang sejati. Orang beriman harus mampu mencapai kelahiran kedua tersebut, karena tanpa pernah dilahirkan dua kali di dunia, maka mereka belum dapat disebutkan sebagai manusia sempurna (Insan Kamil). Yang hidup hanya jasmani dengan segala instrumennya tapi matahatinya masih dalam keadaan buta:
“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” (QS.al-Hajj; 46).
Allah s.w.t telah menegaskan kelahiran kedua itu dengan firman-Nya:
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan bukankah orang yang mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan”.
(QS. al-An’am (6); 122).
Maksud dari “Orang yang mati” dalam ayat di atas adalah orang yang mati ruhaninya, bukan jasmaninya. Alasannya, karena ayat ini ditutup dengan kata-kata “kafir”: “Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan”. Adapun sebab kematian ruhani itu karena nismatul adamiyah belum mendapatkan pancaran ruh nismatul ubudiyah sehingga matahati manusia masih dalam keadaan buta.

Ketika hati manusia sudah benar-benar dipancari nur iman, sehingga tidak ada lagi keraguan di dalamnya, maka hati yang asalnya mati itu menjadi hidup. Adapun awal dari kehidupan ruhani itulah yang dimaksudkan kelahiran yang kedua di alam dunia. Artinya, sejak saat itu berarti hati orang tersebut telah mendapatkan tambang “Nur Hidayah” dari Allah. Selanjutnya orang itu mendapat tugas untuk menyampaikan hidayah Allah tersebut kepada manusia yang lain – “Yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia”(QS (6); 122).
Seperti saat kelahirannya jasad, proses kelahiran manusia itu harus dibidani oleh seorang bidan, kelahirannya ruhani itu juga demikian. Hal itu betujuan supaya proses kelahiran tersebut berjalan dengan sempurna. Maka yang dimaksudkan dengan tambahan “Nur Hidayah Dari Allah” itulah bidan yang membidani kelahiran kedua itu, yaitu nur rahasia (sirr) ibadah dari rahasia hasil bimbingan para guru-guru mursyid yang ditawasuli dan diikuti.

Maka tidak bisa tidak, jika manusia menghendaki jati dirinya hidup dan selanjutnya mendapatkan pancaran nur nismatul ubudiyah, nur tersebut harus mampu mereka dapatkan dari rahasia bimbingan seorang guru Mursyid sejati, kalau tidak maka yang akan menjadi bidan bagi kelahiran kedua tersebut adalah setan jin yang selalu mendampingi perjalanan. Hal tersebut sebagaimana yang terkandung dalam ungkapan Ulama ahlinya: “Barang siapa beramal tanpa guru maka gurunya adalah setan”.
Sebelum manusia dilahirkan untuk yang kedua kalinya di alam dunia, setiap manusia sejatinya sama, yaitu sama-sama terbelenggu di dalam kegelapan rongga dadanya: “Serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya”(QS (6); 122). Maksudnya, orang yang belum mengalami kelahiran kedua itu berarti matahatinya belum dapat digunakan untuk melihat dengan sempurna sehingga seringkali mereka tidak mampu menyikapi dan mencari jalan keluar dari permasalahan hidup yang sedang dihadapi dengan baik dan benar.

Kemanfaatan ilmu dan iman yang dimiliki hanya dapat digunakan untuk menyelesaikan urusan yang lahir saja tetapi tidak mampu menembus urusan yang batin. Hanya melihat keadaan tapi tidak mampu mempersiapkan kemungkinan. Hanya melihat sebab tanpa pernah memikirkan akibat. Hanya mampu melihat secara rasional tapi tidak mampu merasakan secara spiritual. Hanya melihat yang duniawi tapi tidak tembus kepada urusan yang ukhrowi. Hal itu bisa terjadi, karena mereka itu sesungguhnya hanya melihat dengan mata kepala (rasional) tapi matahatinya (spiritual) masih dalam keadaan buta: “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” (QS. al-Hajj; 6).

Walhasil, barang siapa ingin mendapatkan kesempurnaan hidup, baik untuk di dunia maupun akhirat, maka jalan satu-satunya harus melaksanakan amaliyah yang istiqomah atau mengikuti jalan ibadah (thoriqoh) yang dibimbing oleh seorang guru mursyid sejati. Jika tidak, maka kita harus puas dengan keadaan yang kita alami seperti sekarang ini. Terbelenggu dalam kegelapan hati sendiri sehingga tidak mampu keluar untuk mencari solusi dan menemukan jalan penyelesaian, meski dari kesulitan hidup yang diakibatkan oleh perbuatan kita sendiri.


Sumber: Dari berbagai sumber dan artikel

cara menjadi manusia paripurna atau adimanusia (insaan kaamil mukammil)

Posted at  00.04  |  in  wawasan umum  |  Read More»





 KELAHIRAN KEDUA
Supaya manusia menjadi Insan Kamil, menjadi manusia sempurna baik lahir maupun batin, sehingga mampu menduduki maqom Kholifah Bumi, maka manusia harus terlebih dahulu pernah mengalami kelahiran kedua. Kelahiran pertama merupakan kelahiran jasmani sedangkan kelahiran kedua adalah kelahiran ruhani. Yakni terbukanya matahati untuk menerima pancaran ‘nur makrifatullah’ sehingga manusia bisa terlepas dari kejumudan hatinya sendiri. Kelahiran kedua tersebut dalam arti, hakekat manusia yang disebut nismatul ‘adamiyah yang dibungkus dengan jismul mahsusah atau jasad kasar telah mendapatkan rahasia hidayah Alloh yang dipancarkan dari tempat perbendaharaannya. Itulah “Nur di atas Nur” yang disebut “nismatul ‘ubudiyah”. Dengan kelahiran kedua ini, maka ilmu dan iman manusia telah mampu menyinari perilakunya sendiri.

Itulah buah ibadah pertama yang dihasilkan oleh seorang salik di jalan Allah. Yaitu orang-orang berilmu dan beriman yang dengan kemauan sendiri selalu berusaha mencari tahu tentang jati dirinya dan Tuhannya. Apabila perjalanan tersebut mendapatkan petunjuk dan bimbingan yang benar, maka tahap pertama yang akan dihasilkan adalah mendapatkan futuh atau terbukanya matahati sehingga hatinya terbebas dari tipudaya nafsu dan keraguan pikir.

Rongga dada orang berilmu dan beriman yang terkadang sempat menjadi sempit di saat menghadapi kesulitan hidup yang sedang menghimpit. Disebabkan karena ilmunya baru bisa dipakai berargumentasi dan mengajari orang untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan. Ilmu dan iman tersebut belum mampu menyinari hatinya sendiri, sehingga terkadang sempat menjadi bingung kehilangan pegangan, bahkan membutuhkan orang lain untuk menemukan solusi permasalahan hidup yang sedang membelenggu angan. Dengan kelahiran kedua ini mereka mampu menempuh jalan, memohon petunjuk kepada Allah untuk terbukanya pintu penyelesaian. Karena dengan kelahiran kedua tersebut berarti manusia telah menemukan sumber rahasia hidayah yang didatangkan dari alam kelanggengan. Pintu ghaib dalam hatinya sudah pernah terbuka meski hanya sekejap, namun dengan itu,—dengan izin Tuhanya, suatu saat orang tersebut dapat membukan kembali ketika membutuhkan.

Terbukanya pintu ghaib dalam hati itu merupakan potensi hati yang harus digali oleh orang yang berilmu dan beriman. Merupakan sarana hubungan secara pribadi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Orang berilmu dan beriman yang mendapatkan ‘futuh ilahiyat’ tersebut, sehingga setelah itu mereka mampu mengusir keraguan yang seringkali datang membelenggu hatinya sendiri, mereka itu berarti telah mengalami kelahiran kedua.

Ketika kelahiran kedua itu sudah dicapai, berarti orang tersebut bagaikan telah mendapatkan bibit unggul dalam hatinya sendiri. Selanjutnya mereka tidak boleh berdiam diri hanya sampai disitu saja. Mereka tidak boleh membiarkan bibit itu kembali menjadi mati, mereka harus menanam bibit itu dalam hatinya sendiri pula dengan melanjutkan perjalanan tiada henti.

Mereka harus meningkatkan mujahadah dan riyadhloh di jalan Allah, baik dengan dzikir maupun fikir, baik secara vertikal maupun horizontal. Dalam arti mampu meredam kehendak emosional dan rasional supaya kehendak spiritual dominan menyinari kehidupannya. Mujahadah dan riyadloh itu bahkan harus dilakukan terus-menerus sampai keraguan hati yang seringkali masih singgah dalam hati benar-benar telah menjelma menjadi keyakinan yang kuat. Allah memberikan sinyaleman hal tersebut dengan firmanNya:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ(62)الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ(63)لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar”. (QS.Yunus;10/62-64)
Jika kelahiran pertama untuk memulai kehidupan jasmani, maka kelahiran kedua adalah untuk memulai kehidupan ruhani. Sebagaimana awal kehidupan jasmani, manusia harus mengalami kelahiran yang kemudian dengan proses panjang menuju kedewasaan usia, maka seperti itu pula yang terjadi di dalam kehidupan ruhani. Untuk mencapai kematangan ruhani itu, disamping manusia harus mengalami proses kelahiran ruhani, juga mampu ditindaklanjuti dengan mujahadah dan riyadloh secara istiqomah sehingga matahati seorang hamba menjadi cemerlang dan tembus pandang atau firasatnya tajam.

Jika proses kelahiran yang pertama mengikuti sistem(sunnah) yang sudah diatur mutlak oleh kehendak Allah, kelahiran kedua tidaklah demikian. Kelahiran kedua ini harus diupayakan sendiri oleh manusia, yaitu dengan jalan memadukan ilmu, iman dan amal di dalam pelaksanaan jalan ibadah atau thoriqoh yang terbimbing oleh guru mursyid yang sejati. Orang beriman harus mampu mencapai kelahiran kedua tersebut, karena tanpa pernah dilahirkan dua kali di dunia, maka mereka belum dapat disebutkan sebagai manusia sempurna (Insan Kamil). Yang hidup hanya jasmani dengan segala instrumennya tapi matahatinya masih dalam keadaan buta:
“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” (QS.al-Hajj; 46).
Allah s.w.t telah menegaskan kelahiran kedua itu dengan firman-Nya:
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan bukankah orang yang mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan”.
(QS. al-An’am (6); 122).
Maksud dari “Orang yang mati” dalam ayat di atas adalah orang yang mati ruhaninya, bukan jasmaninya. Alasannya, karena ayat ini ditutup dengan kata-kata “kafir”: “Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan”. Adapun sebab kematian ruhani itu karena nismatul adamiyah belum mendapatkan pancaran ruh nismatul ubudiyah sehingga matahati manusia masih dalam keadaan buta.

Ketika hati manusia sudah benar-benar dipancari nur iman, sehingga tidak ada lagi keraguan di dalamnya, maka hati yang asalnya mati itu menjadi hidup. Adapun awal dari kehidupan ruhani itulah yang dimaksudkan kelahiran yang kedua di alam dunia. Artinya, sejak saat itu berarti hati orang tersebut telah mendapatkan tambang “Nur Hidayah” dari Allah. Selanjutnya orang itu mendapat tugas untuk menyampaikan hidayah Allah tersebut kepada manusia yang lain – “Yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia”(QS (6); 122).
Seperti saat kelahirannya jasad, proses kelahiran manusia itu harus dibidani oleh seorang bidan, kelahirannya ruhani itu juga demikian. Hal itu betujuan supaya proses kelahiran tersebut berjalan dengan sempurna. Maka yang dimaksudkan dengan tambahan “Nur Hidayah Dari Allah” itulah bidan yang membidani kelahiran kedua itu, yaitu nur rahasia (sirr) ibadah dari rahasia hasil bimbingan para guru-guru mursyid yang ditawasuli dan diikuti.

Maka tidak bisa tidak, jika manusia menghendaki jati dirinya hidup dan selanjutnya mendapatkan pancaran nur nismatul ubudiyah, nur tersebut harus mampu mereka dapatkan dari rahasia bimbingan seorang guru Mursyid sejati, kalau tidak maka yang akan menjadi bidan bagi kelahiran kedua tersebut adalah setan jin yang selalu mendampingi perjalanan. Hal tersebut sebagaimana yang terkandung dalam ungkapan Ulama ahlinya: “Barang siapa beramal tanpa guru maka gurunya adalah setan”.
Sebelum manusia dilahirkan untuk yang kedua kalinya di alam dunia, setiap manusia sejatinya sama, yaitu sama-sama terbelenggu di dalam kegelapan rongga dadanya: “Serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya”(QS (6); 122). Maksudnya, orang yang belum mengalami kelahiran kedua itu berarti matahatinya belum dapat digunakan untuk melihat dengan sempurna sehingga seringkali mereka tidak mampu menyikapi dan mencari jalan keluar dari permasalahan hidup yang sedang dihadapi dengan baik dan benar.

Kemanfaatan ilmu dan iman yang dimiliki hanya dapat digunakan untuk menyelesaikan urusan yang lahir saja tetapi tidak mampu menembus urusan yang batin. Hanya melihat keadaan tapi tidak mampu mempersiapkan kemungkinan. Hanya melihat sebab tanpa pernah memikirkan akibat. Hanya mampu melihat secara rasional tapi tidak mampu merasakan secara spiritual. Hanya melihat yang duniawi tapi tidak tembus kepada urusan yang ukhrowi. Hal itu bisa terjadi, karena mereka itu sesungguhnya hanya melihat dengan mata kepala (rasional) tapi matahatinya (spiritual) masih dalam keadaan buta: “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” (QS. al-Hajj; 6).

Walhasil, barang siapa ingin mendapatkan kesempurnaan hidup, baik untuk di dunia maupun akhirat, maka jalan satu-satunya harus melaksanakan amaliyah yang istiqomah atau mengikuti jalan ibadah (thoriqoh) yang dibimbing oleh seorang guru mursyid sejati. Jika tidak, maka kita harus puas dengan keadaan yang kita alami seperti sekarang ini. Terbelenggu dalam kegelapan hati sendiri sehingga tidak mampu keluar untuk mencari solusi dan menemukan jalan penyelesaian, meski dari kesulitan hidup yang diakibatkan oleh perbuatan kita sendiri.


Sumber: Dari berbagai sumber dan artikel

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 00.04

17 Desember 2012




Energi Ambang
Elektron terletak dalam orbital-orbital tertentu. Sebagaimana Postulat Bohr.

Elektron memerlukan energi ambang tertentu agar dapat berpindah lintasan. Energi ambang adalah energi minimal yang diperlukan elektron untuk naik menuju orbital yang lebih tinggi. Energi itu tidak kontinum, melainkan diskrit, artinya terkuantifikasi. Paket-paket energi yang terkuantifikasi ini dalam bentuk radiasi atau gelombang disebut kuanta energi. Menurut Max Planck, besarnya energi tersebut adalah h f dengan h adalah konstanta planck yang besarnya 6,63 x 10^{-34} joule detik.

Elektron hanya bisa punya energi dalam kelipatan bulat kuanta ini. Tidak hanya pada elektron tetapi juga foton dan semua zarah renik di tingkat subatom. Inilah asal-usul nama kuantum pada fisika kuantum yang kita pelajari ini. Fisika kuantum mempelajari perilaku zarah-zarah subatomik, dinamika dan interaksinya, serta relasinya dengan medan yang memengaruhinya.”

Teori Kuantum
Teori kuantum dari Max Planck mencoba menerangkan radiasi karakteristik yang dipancarkan oleh benda mampat. Radiasi inilah yang menunjukan sifat partikel dari gelombang. Radiasi yang dipancarkan setiap benda terjadi secara tidak kontinyu (discontinue) dipancarkan dalam satuan kecil yang disebut kuanta (energi kuantum).

Max Planck
Planck berpendapat bahwa kuanta yang berbanding lurus dengan frekuensi tertentu dari cahaya, semuanya harus berenergi sama dan energi ini E berbanding lurus dengan.
Jadi :
E = h.V
E = Energi kuantum
h = Tetapan Planck = 6,626 x 10-34 J.s
V = Frekuensi
Planck menganggap hawa energi elektromagnetik yang diradiasikan oleh benda, timbul secara terputus-putus walaupun penjalarannya melalui ruang merupakan gelombang elektromagnetik yang kontinyu.

Einstein
Einstein mengusulkan bukan saja cahaya yang dipancarkan menurut suatu kuantum pada saat tertentu tetapi juga menjalar menurut kuanta individual. Hipotesis ini menerangkan efek fotolistrik, yaitu elektron yang terpancar bila frekuensi cahaya cukup tinggi, terjadi dalam daerah cahaya tampak dan ultraungu.
Hipotesa dari Max Planck dan Einstein menghasilkan rumusan empiris tentang efek fotolistrik yaitu :
hV = Kmaks + hVo
hV = Isi energi dari masing-masing kuantum cahaya datang
Kmaks = Energi fotoelektron maksimum
hVo = Energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan sebuah elektron dari permukaan logam yang disinari.

Tidak semua fotoelektron mempunyai energi yang sama sekalipun frekuensi cahaya yang digunakan sama. Tidak semua energi foton (hv) bisa diberikan pada sebuah elektron. Suatu elektron mungkin akan hilang dari energi awalnya dalam interaksinya dengan elektron lainnya di dalam logam sebelum ia lenyap dari permukaan. Untuk melepaskan elektron dari permukaan logam biasanya memerlukan separuh dari energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom bebas dari logam yang bersangkutan.
Penafsiran Einstein mengenai fotolistrik dikuatkan dengan emisi termionik. Dalam emisi foto listrik, foton cahaya menyediakan energi yang diperlukan oleh elektron untuk lepas, sedangkan dalam emisi termionik kalorlah yang menyediakannya.

Usul Planck bahwa benda memancarkan cahaya dalam bentuk kuanta tidak bertentangan dengan penjalaran cahaya sebagai gelombang. Sementara Einstein menyatakan cahaya bergerak melalui ruang dalam bentuk foton. Kedua hal ini baru dapat diterima setelah eksperimen Compton. Eksperimen ini menunjukan adanya perubahan panjang gelombang dari foton yang terhambur dengan sudut (f) tertentu oleh partikel bermassa diam (mo). Perubahan ini tidak bergantung dari panjang gelombang foton datang (l).
Hasil pergeseran compton sangat kecil dan tidak terdeteksi. Hal ini terjadi karena sebagian elektron dalam materi terikat lemah pada atom induknya dan sebagian lainnya terikat kuat. Jika elektron d timbulkan oleh foton, seluruh atom bergerak, bukan hanya elektron tunggalnya.

Untuk lebih memahami tinjauan teori kuantum dan teori gelombang yang saling melengkapi, marilah kita amati riak yang menyebar dari permukaan air jika kita menjatuhkan batu ke permukaan air.
Pernahkan Anda perhatikan hal ini?
Riak yang menyebar pada permukaan air akan hilang dengan masuknya batu ke dasar.
Analogi ini dapat menjelaskan energi yang dibawa cahaya terdistribusi secara kontinyu ke seluruh pola gelombang. Hal ini menurut tinjauan teori gelombang sedangkan menurut teori kuantum, cahaya menyebar dari sumbernya sebagai sederetan konsentrasi energi yang teralokalisasi masing-masing cukup kecil sehingga dapat diserap oleh sebuah elektron.

Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksi dan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum. Sedangkan teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat dijelaskan oleh teori gelombang.
  • a) Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksidan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum.
  • b) Teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat di jelaskan oleh teori gelombang.
Bila cahaya melalui celah-celah, cahaya berlalu sebagai gelombang, ketika tiba di layar cahaya berlalu sebagai partikel.
Berdasarkan data tersebut, dilakukan eksperimen lanjutan yang meneliti sifat dualisme gelombang dan partikel.

Telepati dan Teleportasi
Sebagai rumusan dasar dalam ilmu sains, rumusan Newton, F=m.a, memberikan pengaruh dan kegunaan yang cukup besar. Kehadiran rumusan hukum kekekalan energi dan momentum, misalnya, tidak lain dikembangkan dari rumus dasar Newton.Berdasarkan rumusan Newton pula maka berkembang ilmu optika klasik, mekanika, dan mesin-mesin. Buah dari karya besar Newton itu antara lain termanifestasi dalam peradaban mesin-mesin industri. Sir Issac Newton dapat diakui sebagai ilmuwan besar abad 17 hingga abad 20.

Akan tetapi, dengan berawal dari ketidakpuasan para ilmuwan terhadap rumusan Newton untuk menjelaskan dinamika elektron-struktur atomik-maka berkembanglah teori baru. Berawal dari tesis Albert Einstein melalui rumusan E= mc2, lebih lanjut menjadi arahan bagi para ilmuwan untuk dapat memodelkan dinamika elektron dengan lebih tepat. Dari rumusan Einstein, ternyata terbukti bahwa rumusan Newton pada dasarnya merupakan pendekatan dari rumusan E=mc2.

Seiring dengan pembuktian Einstein dan kawan-kawan dalam bidang fisika ini, maka berkembanglah cabang ilmu Fisika Kuantum. Dari namanya kuantum diambil dari kuanta-energi yang dipancarkan oleh loncatan elektron. Lebih lanjut, Scrodinger berhasil memberikan rumusan peluang elektron untuk dapat melakukan terobosan pada suatu dinding penghalang. Lebih lanjut, kuantum ini dimodelkan melalui sumur-sumur kuantum. Pada sumur itu digambarkan elektron yang hendak menembus dinding sumur pembatas dengan probabilitas tertentu.

Telepati dan teleportasi
Jika 14 abad yang lalu umat Islam meyakini peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, maka teori kuantum memberikan arahan yang berarti untuk menjelaskan fenomena aneh itu. Bahkan untuk fenomena telepati, sihir, pengobatan jarak jauh, dan teleportasi.

Meditasi Anand Krisna, misalnya, jika kita perhatikan tidak lain mengikuti konsep kuantum. Dengan melakukan penenangan batin serta diikuti ritme goyangan tubuh berirama, seseorang akan mengalami “kepuasan” tertentu. Teknik ini juga sering dilakukan pada penyembuhan alternatif dengan menggunakan energi prana, chi. Jika kita melihat sebentar pada pondok-pondok salaf, kita perhatikan para santri yang berzikir sambil goyang kepala. Juga dikisahkan, para waliullah dan kiai dapat terbang dengan kecepatan kilat.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Di manakah kuantum itu terjadi? Teori kuantum menjelaskan fenomena loncatan elektron (kuanta-kuanta energi) suatu partikel yang mengalami eksitasi, yang diakibatkan oleh pengaruh getaran, pemanasan, atau pemancaran. Efek fotolistrik dan Compton menjelaskan hal ini. Pada kasus logam yang dipanasi, ia dapat memancarkan elektron. Logam yang disinari, terjadi kuantum. Hal ini menyebabkan perubahan struktur atomik suatu partikel tertentu. Perubahan itu melibatkan pemindahan elektron yang sekaligus memancarkan energi foton. Pendek kata, fenomena di atas terjadi karena transfer energi elektromagnetik.

Richard Feyman, ilmuwan Amerika Serikat yang berhasil memenangkan Nobel Fisika atas temuannya, membuktikan bahwa suatu partikel masih dapat dipindahkan menembus batas dinding partikel tanpa mengalami kerusakan. Pada kesempatan yang lain, Dr Ivan Geiver (pemenang Nobel Fisika) dari Amerika juga semakin menguatkan khazanah ilmu kuantum ini.

Temuan Feyman dan Geiver ini memberikan pengertian kepada kita bahwa teleportasi-perpindahan fisik seseorang yang menembus ruang pembatas-adalah rasional. Begitu pula dengan Isra’ Mi’raj. Jika seseorang sudah dapat melakukan suatu perlakuan khusus terhadap dirinya sampai batas energi ambang, maka orang tersebut memungkinkan mengalami derajat emanasi, eksitasi, atau kuantum. Sama persis dengan energi ambang yang dibutuhkan suatu logam untuk dapat melakukan kuantum.

Manifestasi dari kuantum ini adalah memungkinkan seseorang ini mengirimkan sinyal jarak jauh, sinyal yang berupa medan elektromagnetik. Jika dapat mengubah partikel diri seolah menjadi susunan-susunan elektron yang tereksitasi, maka terjadilah loncatan secepat cahaya. Maka, tukar informasi-telepati-terjadi. Lihat juga peristiwa kirim energi melalui televisi pada acara mingguan Dedy Corbuzier. Jika kejadian ini sampai melibatkan pemindahan fisik tubuhnya, maka orang ini mencapai derajat teleportasi.
Dari sudut pandang teori kuantum ini maka jelaslah bahwa tabir Isra’ Mi’raj, telepati, teleportasi; sudah mendapatkan penjelasan fisik. Artinya, sebagian besar orang yang tidak mengakui fenomena ini-karena alasan tidak ada bukti fisiknya-dewasa ini sudah terbantahkan. Hal yang dulu dianggap metafisika dan gaib, berdasarkan teori kuantum telah mendapatkan pembenaran fisik. Senada dengan teori kuantum, maka teknik goyang ritmis berirama pada ritual meditasi, zikir, serta pengobatan alternatif.
Teknik goyangan tubuh berirama pada dasarnya merupakan cara untuk memicu eksitasi eletron tubuh kita agar dapat memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Jika teknik goyangan ini cukup kuat dan kontinu sampai derajad energi ambang terlampui.

Dari sudut pandang ilmiah, maka kita semakin meyakini bahwa ilmu-ilmu fisik (fisika) dewasa ini sudah menyatu dengan dimensi gaib dan spiritualitas. Jika kita sempat membaca tulisan Frictof Capra pada bukunya Titik Balik Peradaban, terang sudah bahwasanya khazanah ilmu barat dan timur dewasa ini sudah dalam tahap penyatuan. Khazanah barat yang unggul dalam riset, eksperimentasi, dan rasionalitas; serta timur yang lebih dominan dalam aspek spiritualitas.

Oleh karena itu, era pasca-Einstein telah menjadi pembuka tabir penyatuan paradigma timur dan barat. Dan, kuantum adalah laksana jembatan antara peradaban timur dan barat. Kuantum yang secara empiris ditemukan pada abad 20, maka di dunia timur sudah mengakar cukup kuat sejak peradaban Cina Kuno dan India Kuno, 25 abad yang lalu. Dunia timur mengenal hukum paradoks lebih awal. Kita tahu, salah satu hukum dalam teori kuantum adalah hukum paradoks.


Sumber: dari berbagai artikel.

Fisika dan metafisika :Teori kuantum, Telepati dan Teleportasi

Posted at  23.41  |  in  wawasan umum  |  Read More»




Energi Ambang
Elektron terletak dalam orbital-orbital tertentu. Sebagaimana Postulat Bohr.

Elektron memerlukan energi ambang tertentu agar dapat berpindah lintasan. Energi ambang adalah energi minimal yang diperlukan elektron untuk naik menuju orbital yang lebih tinggi. Energi itu tidak kontinum, melainkan diskrit, artinya terkuantifikasi. Paket-paket energi yang terkuantifikasi ini dalam bentuk radiasi atau gelombang disebut kuanta energi. Menurut Max Planck, besarnya energi tersebut adalah h f dengan h adalah konstanta planck yang besarnya 6,63 x 10^{-34} joule detik.

Elektron hanya bisa punya energi dalam kelipatan bulat kuanta ini. Tidak hanya pada elektron tetapi juga foton dan semua zarah renik di tingkat subatom. Inilah asal-usul nama kuantum pada fisika kuantum yang kita pelajari ini. Fisika kuantum mempelajari perilaku zarah-zarah subatomik, dinamika dan interaksinya, serta relasinya dengan medan yang memengaruhinya.”

Teori Kuantum
Teori kuantum dari Max Planck mencoba menerangkan radiasi karakteristik yang dipancarkan oleh benda mampat. Radiasi inilah yang menunjukan sifat partikel dari gelombang. Radiasi yang dipancarkan setiap benda terjadi secara tidak kontinyu (discontinue) dipancarkan dalam satuan kecil yang disebut kuanta (energi kuantum).

Max Planck
Planck berpendapat bahwa kuanta yang berbanding lurus dengan frekuensi tertentu dari cahaya, semuanya harus berenergi sama dan energi ini E berbanding lurus dengan.
Jadi :
E = h.V
E = Energi kuantum
h = Tetapan Planck = 6,626 x 10-34 J.s
V = Frekuensi
Planck menganggap hawa energi elektromagnetik yang diradiasikan oleh benda, timbul secara terputus-putus walaupun penjalarannya melalui ruang merupakan gelombang elektromagnetik yang kontinyu.

Einstein
Einstein mengusulkan bukan saja cahaya yang dipancarkan menurut suatu kuantum pada saat tertentu tetapi juga menjalar menurut kuanta individual. Hipotesis ini menerangkan efek fotolistrik, yaitu elektron yang terpancar bila frekuensi cahaya cukup tinggi, terjadi dalam daerah cahaya tampak dan ultraungu.
Hipotesa dari Max Planck dan Einstein menghasilkan rumusan empiris tentang efek fotolistrik yaitu :
hV = Kmaks + hVo
hV = Isi energi dari masing-masing kuantum cahaya datang
Kmaks = Energi fotoelektron maksimum
hVo = Energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan sebuah elektron dari permukaan logam yang disinari.

Tidak semua fotoelektron mempunyai energi yang sama sekalipun frekuensi cahaya yang digunakan sama. Tidak semua energi foton (hv) bisa diberikan pada sebuah elektron. Suatu elektron mungkin akan hilang dari energi awalnya dalam interaksinya dengan elektron lainnya di dalam logam sebelum ia lenyap dari permukaan. Untuk melepaskan elektron dari permukaan logam biasanya memerlukan separuh dari energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom bebas dari logam yang bersangkutan.
Penafsiran Einstein mengenai fotolistrik dikuatkan dengan emisi termionik. Dalam emisi foto listrik, foton cahaya menyediakan energi yang diperlukan oleh elektron untuk lepas, sedangkan dalam emisi termionik kalorlah yang menyediakannya.

Usul Planck bahwa benda memancarkan cahaya dalam bentuk kuanta tidak bertentangan dengan penjalaran cahaya sebagai gelombang. Sementara Einstein menyatakan cahaya bergerak melalui ruang dalam bentuk foton. Kedua hal ini baru dapat diterima setelah eksperimen Compton. Eksperimen ini menunjukan adanya perubahan panjang gelombang dari foton yang terhambur dengan sudut (f) tertentu oleh partikel bermassa diam (mo). Perubahan ini tidak bergantung dari panjang gelombang foton datang (l).
Hasil pergeseran compton sangat kecil dan tidak terdeteksi. Hal ini terjadi karena sebagian elektron dalam materi terikat lemah pada atom induknya dan sebagian lainnya terikat kuat. Jika elektron d timbulkan oleh foton, seluruh atom bergerak, bukan hanya elektron tunggalnya.

Untuk lebih memahami tinjauan teori kuantum dan teori gelombang yang saling melengkapi, marilah kita amati riak yang menyebar dari permukaan air jika kita menjatuhkan batu ke permukaan air.
Pernahkan Anda perhatikan hal ini?
Riak yang menyebar pada permukaan air akan hilang dengan masuknya batu ke dasar.
Analogi ini dapat menjelaskan energi yang dibawa cahaya terdistribusi secara kontinyu ke seluruh pola gelombang. Hal ini menurut tinjauan teori gelombang sedangkan menurut teori kuantum, cahaya menyebar dari sumbernya sebagai sederetan konsentrasi energi yang teralokalisasi masing-masing cukup kecil sehingga dapat diserap oleh sebuah elektron.

Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksi dan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum. Sedangkan teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat dijelaskan oleh teori gelombang.
  • a) Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksidan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum.
  • b) Teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat di jelaskan oleh teori gelombang.
Bila cahaya melalui celah-celah, cahaya berlalu sebagai gelombang, ketika tiba di layar cahaya berlalu sebagai partikel.
Berdasarkan data tersebut, dilakukan eksperimen lanjutan yang meneliti sifat dualisme gelombang dan partikel.

Telepati dan Teleportasi
Sebagai rumusan dasar dalam ilmu sains, rumusan Newton, F=m.a, memberikan pengaruh dan kegunaan yang cukup besar. Kehadiran rumusan hukum kekekalan energi dan momentum, misalnya, tidak lain dikembangkan dari rumus dasar Newton.Berdasarkan rumusan Newton pula maka berkembang ilmu optika klasik, mekanika, dan mesin-mesin. Buah dari karya besar Newton itu antara lain termanifestasi dalam peradaban mesin-mesin industri. Sir Issac Newton dapat diakui sebagai ilmuwan besar abad 17 hingga abad 20.

Akan tetapi, dengan berawal dari ketidakpuasan para ilmuwan terhadap rumusan Newton untuk menjelaskan dinamika elektron-struktur atomik-maka berkembanglah teori baru. Berawal dari tesis Albert Einstein melalui rumusan E= mc2, lebih lanjut menjadi arahan bagi para ilmuwan untuk dapat memodelkan dinamika elektron dengan lebih tepat. Dari rumusan Einstein, ternyata terbukti bahwa rumusan Newton pada dasarnya merupakan pendekatan dari rumusan E=mc2.

Seiring dengan pembuktian Einstein dan kawan-kawan dalam bidang fisika ini, maka berkembanglah cabang ilmu Fisika Kuantum. Dari namanya kuantum diambil dari kuanta-energi yang dipancarkan oleh loncatan elektron. Lebih lanjut, Scrodinger berhasil memberikan rumusan peluang elektron untuk dapat melakukan terobosan pada suatu dinding penghalang. Lebih lanjut, kuantum ini dimodelkan melalui sumur-sumur kuantum. Pada sumur itu digambarkan elektron yang hendak menembus dinding sumur pembatas dengan probabilitas tertentu.

Telepati dan teleportasi
Jika 14 abad yang lalu umat Islam meyakini peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, maka teori kuantum memberikan arahan yang berarti untuk menjelaskan fenomena aneh itu. Bahkan untuk fenomena telepati, sihir, pengobatan jarak jauh, dan teleportasi.

Meditasi Anand Krisna, misalnya, jika kita perhatikan tidak lain mengikuti konsep kuantum. Dengan melakukan penenangan batin serta diikuti ritme goyangan tubuh berirama, seseorang akan mengalami “kepuasan” tertentu. Teknik ini juga sering dilakukan pada penyembuhan alternatif dengan menggunakan energi prana, chi. Jika kita melihat sebentar pada pondok-pondok salaf, kita perhatikan para santri yang berzikir sambil goyang kepala. Juga dikisahkan, para waliullah dan kiai dapat terbang dengan kecepatan kilat.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Di manakah kuantum itu terjadi? Teori kuantum menjelaskan fenomena loncatan elektron (kuanta-kuanta energi) suatu partikel yang mengalami eksitasi, yang diakibatkan oleh pengaruh getaran, pemanasan, atau pemancaran. Efek fotolistrik dan Compton menjelaskan hal ini. Pada kasus logam yang dipanasi, ia dapat memancarkan elektron. Logam yang disinari, terjadi kuantum. Hal ini menyebabkan perubahan struktur atomik suatu partikel tertentu. Perubahan itu melibatkan pemindahan elektron yang sekaligus memancarkan energi foton. Pendek kata, fenomena di atas terjadi karena transfer energi elektromagnetik.

Richard Feyman, ilmuwan Amerika Serikat yang berhasil memenangkan Nobel Fisika atas temuannya, membuktikan bahwa suatu partikel masih dapat dipindahkan menembus batas dinding partikel tanpa mengalami kerusakan. Pada kesempatan yang lain, Dr Ivan Geiver (pemenang Nobel Fisika) dari Amerika juga semakin menguatkan khazanah ilmu kuantum ini.

Temuan Feyman dan Geiver ini memberikan pengertian kepada kita bahwa teleportasi-perpindahan fisik seseorang yang menembus ruang pembatas-adalah rasional. Begitu pula dengan Isra’ Mi’raj. Jika seseorang sudah dapat melakukan suatu perlakuan khusus terhadap dirinya sampai batas energi ambang, maka orang tersebut memungkinkan mengalami derajat emanasi, eksitasi, atau kuantum. Sama persis dengan energi ambang yang dibutuhkan suatu logam untuk dapat melakukan kuantum.

Manifestasi dari kuantum ini adalah memungkinkan seseorang ini mengirimkan sinyal jarak jauh, sinyal yang berupa medan elektromagnetik. Jika dapat mengubah partikel diri seolah menjadi susunan-susunan elektron yang tereksitasi, maka terjadilah loncatan secepat cahaya. Maka, tukar informasi-telepati-terjadi. Lihat juga peristiwa kirim energi melalui televisi pada acara mingguan Dedy Corbuzier. Jika kejadian ini sampai melibatkan pemindahan fisik tubuhnya, maka orang ini mencapai derajat teleportasi.
Dari sudut pandang teori kuantum ini maka jelaslah bahwa tabir Isra’ Mi’raj, telepati, teleportasi; sudah mendapatkan penjelasan fisik. Artinya, sebagian besar orang yang tidak mengakui fenomena ini-karena alasan tidak ada bukti fisiknya-dewasa ini sudah terbantahkan. Hal yang dulu dianggap metafisika dan gaib, berdasarkan teori kuantum telah mendapatkan pembenaran fisik. Senada dengan teori kuantum, maka teknik goyang ritmis berirama pada ritual meditasi, zikir, serta pengobatan alternatif.
Teknik goyangan tubuh berirama pada dasarnya merupakan cara untuk memicu eksitasi eletron tubuh kita agar dapat memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Jika teknik goyangan ini cukup kuat dan kontinu sampai derajad energi ambang terlampui.

Dari sudut pandang ilmiah, maka kita semakin meyakini bahwa ilmu-ilmu fisik (fisika) dewasa ini sudah menyatu dengan dimensi gaib dan spiritualitas. Jika kita sempat membaca tulisan Frictof Capra pada bukunya Titik Balik Peradaban, terang sudah bahwasanya khazanah ilmu barat dan timur dewasa ini sudah dalam tahap penyatuan. Khazanah barat yang unggul dalam riset, eksperimentasi, dan rasionalitas; serta timur yang lebih dominan dalam aspek spiritualitas.

Oleh karena itu, era pasca-Einstein telah menjadi pembuka tabir penyatuan paradigma timur dan barat. Dan, kuantum adalah laksana jembatan antara peradaban timur dan barat. Kuantum yang secara empiris ditemukan pada abad 20, maka di dunia timur sudah mengakar cukup kuat sejak peradaban Cina Kuno dan India Kuno, 25 abad yang lalu. Dunia timur mengenal hukum paradoks lebih awal. Kita tahu, salah satu hukum dalam teori kuantum adalah hukum paradoks.


Sumber: dari berbagai artikel.

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 23.41

16 Desember 2012





KEUTAMAAN MANUSIA
Keutamaan manusia yang paling utama ialah Allah menjadikan manusia sebagai ‘kholifah bumi’, artinya sebagai pengganti Allah s.w.t di muka bumi. Maksudnya, manusia merupakan sumber daya untuk melaksanakan segala kehendak-Nya agar terwujud suatu sebab dan akibat di muka bumi, atau dengan kata lain sebagai pelaksana terjadinya proses rahasia takdir yang sudah ditentukan Allah sejak zaman azali. Sebagai Penguasa Tunggal yang hakiki, Allah s.w.t telah memberikan mandat kepada manusia sejak zaman azali. Allah menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya:

َ“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (kholifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS.Baqoroh (2); 30).

Manusia sebagai kholifah bumi, juga mengindikasikan bahwa manusia dengan segala kemampuan yang dimiliki dijadikan oleh Allah s.w.t sebagai penguasa di muka bumi, atau menjadi sumber daya dan pengendali seluruh potensi bumi. Itulah keutamaan dan anugerah terbesar yang diberikan Allah s.w.t hanya kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain.
Potensi pengendali bumi tersebut berupa suatu sistem (sunnatullah) yang letaknya berada di dalam jiwa manusia, merupakan kelebihan pribadi sebagai buah ibadah dan pengabdian hakiki yang datangnya semata-mata karena kehendak Allah. Barang siapa mampu mendapatkan dan mempergunakan sistem itu dengan baik dan benar, maka sesuai kapasitas kemampuan yang sudah dimiliki, seorang hamba yang sholeh berpotensi dapat mengaplikasikan sistem-sistem kehidupan yang beterbaran di alam semesta. Potensi sistem pengendali itu terdiri dari beberapa aspek:

1. Allah Menjadikan Malaikat Berpotensi Mengabdi Kepada Manusia.
Allah SWT. berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (QS. (2); 34)
Malaikat merupakan makhluk yang tidak membutuhkan makan dan minum, tidak seperti makhluk lain, bahkan merupakan makhluk yang sangat tunduk kepada perintah Allah. Allah s.w.t menyatakan dengan firman-Nya: “Penjaganya (neraka) adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS.at-Tahrim; 6)
Dinyatakan dalam firman-Nya di atas (QS. (2) 34), makhluk yang tidak butuh makan-minum itu ternyata diciptakan Allah s.w.t sebagai pendamping hidup bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Oleh karena itu, bagi orang-orang beriman dan beramal sholeh, sadar ataupun tidak, sesungguhnya romantika kehidupan mereka sedikitpun tidak terlepas dari fungsi keberadaan malaikat ini. Sedangkan bagi para hamba yang `arifin, hamba Allah yang hatinya selalu dekat dengan sistem pemeliharaan dan tarbiyah azaliyah itu, keberadaan fungsi malaikat ini dijadikan sebagai bagian hidup yang sedikitpun tidak pernah ditinggalkan.

2. Allah Menciptakan Alam Semesta Berpotensi Dijinakkan Manusia
Potensi sumberdaya manusia sebagai pengendali kehidupan bumi itu tidak hanya dengan dijadikan-Nya malaikat tunduk kepada komando hati mereka saja, namun juga, bahkan langit dan bumi dengan segala isinya juga tercipta berpotensi untuk dijinakkan manusia.

Langit dan bumi serta segala kandungan di dalamnya, tercipta bagaikan rangkaian alat mekanik yang bertebaran di seluruh alam, ternyata dikendalikan oleh sistem (sunnah) pengendali dari pusatnya, hal itu sebagaimana yang ditegaskan Allah s.w.t dalam kandungan firman-Nya:
“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (QS.Fush-Shilat (41); 11)
Ayat di atas telah mengungkap rahasia besar yang tersimpan di dalam kehidupan alam semesta, urusan Ilahiyah yang sudah ditetapkan sejak zaman azali, bahwa sejak langit dan bumi menjawab panggilan Allah Yang Maha Kuasa: “Kami datang dengan suka hati” (QS (41); 11). Maka sejak itu dan bahkan untuk selamanya sesuai dengan kehendak-Nya, seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi itu terkendali dengan satu sistem komando. Hanya dengan Urusan dan Ilmu Allah Yang Maha Perkasa, ketika Allah s.w.t memberikan komando dari sistem tersebut, maka seluruh perangkat yang ada itu, baik yang di bumi maupun yang di langit niscaya dengan serta merta menjalankan masing-masing fungsinya.

Sistem pusat komando itulah hati seorang kholifah bumi, dengan izin-Nya seorang kholifah bumi berpotensi menjinakkan potensi langit dan bumi itu. Allah s.w.t telah menyatakan dengan firman-Nya:
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Al-Jaatsiah; 13)
Dengan dua potensi besar tersebut, maka berarti seluruh makhluk yang ada di alam raya ini berpotensi ditundukkan oleh manusia, kecuali makhluk jin, yang jin memang tercipta sebagai musuh manusia. Namun demikian, sesungguhnya manusia tetap berpotensi dapat menundukkan musuh utamanya itu. Hanya saja, untuk dapat menundukkan jin tersebut manusia terlebih dahulu harus memiliki “sulthonan nashiiro” atau kekuatan penolong yang didatangkan Allah s.w.t kepada manusia. Tanpa kekuatan penolong tersebut justru manusia rentan dikuasai jin, terlebih bagi mereka yang sering bekerja sama dengan jin.
Diriwayatkan dalam sabda Nabi s.a.w, ketika Allah menyatakan cinta-Nya kepada seorang hamba, maka dengan serta merta seluruh makhluk yang ada ikut mencintai hamba tersebut. Dengan kecintaan tersebut, secara otomatis mampu menciptakan peluang yang lebih besar lagi bagi orang yang dicintai-Nya itu untuk mengomando sistem yang sudah tersedia baginya.

Potensi kecintaan seluruh makhluk kepada seorang hamba yang dicintai Allah s.w.t itu telah dinyatakan oleh sebuah Hadits Shahih riwayat Bukhari dan Muslim:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila Allah s.w.t mencintai seorang hamba niscaya memanggil Jibril a.s dan berfirman: Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, oleh karena itu cintailah dia. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Lalu Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru ahli langit dengan berkata: Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah dia, sehingga semua ahli langit mencintainya. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Kemudian orang tersebut diterima oleh semua golongan yang berada di muka bumi. Apabila Allah s.w.t memurkai seorang hamba, niscaya Dia juga akan memanggil Jibril a.s dan berfirman: Sesungguhnya Aku benci orang tersebut, oleh karena itu bencilah dia. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Lalu Jibril membencinya. Kemudian Jibril menyeru ahli langit dengan berkata: Allah telah membenci orang tersebut, maka kamu semua membencilah kepadanya, sehingga semua ahli langit membencinya. Kemudian dia dibenci oleh semua penghuni bumi. (HR Bukhari dan Muslim)

Pernyataan dalam Hadis itu sejatinya adalah bahasa kias, di mana dengan perlambang itu manusia dapat membayangkan sendiri, betapa ketika seorang hamba dicintai Allah s.w.t maka Malaikat Jibril a.s dan seluruh makhluk, baik di bumi maupun di langit akan mencintainya. Dengan kecintaan tersebut berarti tumbuh semangat pengabdian. Bagaikan tentara-tentara yang setia, maka seluruh makhluk tersebut akan menjaga kekasihnya melebihi menjaga dirinya sendiri, sehingga dinyatakan oleh Allah di dalam firman-Nya: “Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik” (QS.az-Zumar; 34).
Seperti itulah keadaannya, ketika Allah s.w.t menghendaki Nabi Dawud a.s dijadikan sebagai kholifah bumi zamannya, maka Allah s.w.t berfirman:
يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ

“Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu kholifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil”. (QS.Shood (38); 26)
Untuk mengatur kehidupan bumi, menggali dan mengendalikan segala potensinya, menegakkan keadilannya serta memberantas kezaliman dan keangkaramurkaan yang ada di atasnya, maka tugas pertama yang dilaksanakan Dawud a.s adalah membunuh Jalut yang perkasa, sebagaimana telah diabadikan Allah s.w.t dengan firman-Nya:
فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُدُ جَالُوتَ وَءَاتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ

“Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Dawud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya”.(QS. al-Baqoroh (2); 251)
Dalam sebuah riwayat, ketika Dawud a.s memutuskan untuk ikut bergabung menjadi tentara Tholut. Dalam perjalanan Dawud a.s bersama rombongannya ke medan perang, di tengah perjalanan ada tiga buah batu menyapa Dawud: “Hai Dawud, apakah engkau akan berperang melawan Jalut?, bawalah aku dan bunuhlah Jalut denganku”, maka diambillah ketiga buah batu itu oleh Dawud dan diletakkan di dalam ketapelnya. Dawud a.s merupakan orang yang terkenal sangat ahli menggunakan ketapel sebagai senjata.

Singkat cerita ketika masing-masing tentara sudah berhadapan di medan laga, ternyata Dawud a.s benar-benar berhasil membunuh Jalut dengan batu yang dibawanya itu, padahal Jalut adalah seorang raja yang sangat perkasa dan selalu dapat kemenangan di setiap peperangan yang dihadapinya. Jadi, tiga batu yang dibawa Dawud a.s tersebut adalah awal sebuah skenario dari sistem yang terkendali oleh rahasia perintah tersembunyi. Perintah Allah s.w.t Yang Maha Kuasa dengan Segala Kehendak-Nya. Ketika Dawud a.s dengan izin-Nya dapat membunuh Jalut, maka selanjutnya, “Allah memberikan kepadanya pemerintahan dan hikmah, serta mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya”(QS. (2); 251).

Walhasil, keutamaan manusia itu tidak hanya karena manusia mempunyai akal saja, sebagaimana yang difahami banyak kalangan, namun jauh lebih dari itu. Dengan akal dan ilmunya manusia sesungguhnya berpotensi menjinakkan sistem-sistem yang bertebaran di mukan bumi, bahkan di seluruh alam semesta ini. Di sini ada rahasia besar yang harus dikuak, sehingga manusia dapat memperoleh jatahnya itu. Siapa saja dapat mencapai kedudukan yang utama itu, asal mereka mengetahui ilmunya. Maka anda jangan heran jika anda menemukan seseorang bisa merubah batu menjadi emas atau tanah menjadi burung, hal itu karena terjadi atas ilmu dan izin Allah s.w.t. Allah yang menciptakan alam beserta hukum-hukumnya, maka hanya Allah pula yang mampu merubah keadaan ciptaanya tersebut.

Sumber: Dari berbagai sumber artikel

Potensi manusia di muka bumi (kholiifatun fil ard')

Posted at  20.38  |  in  wawasan umum  |  Read More»





KEUTAMAAN MANUSIA
Keutamaan manusia yang paling utama ialah Allah menjadikan manusia sebagai ‘kholifah bumi’, artinya sebagai pengganti Allah s.w.t di muka bumi. Maksudnya, manusia merupakan sumber daya untuk melaksanakan segala kehendak-Nya agar terwujud suatu sebab dan akibat di muka bumi, atau dengan kata lain sebagai pelaksana terjadinya proses rahasia takdir yang sudah ditentukan Allah sejak zaman azali. Sebagai Penguasa Tunggal yang hakiki, Allah s.w.t telah memberikan mandat kepada manusia sejak zaman azali. Allah menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya:

َ“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (kholifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS.Baqoroh (2); 30).

Manusia sebagai kholifah bumi, juga mengindikasikan bahwa manusia dengan segala kemampuan yang dimiliki dijadikan oleh Allah s.w.t sebagai penguasa di muka bumi, atau menjadi sumber daya dan pengendali seluruh potensi bumi. Itulah keutamaan dan anugerah terbesar yang diberikan Allah s.w.t hanya kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain.
Potensi pengendali bumi tersebut berupa suatu sistem (sunnatullah) yang letaknya berada di dalam jiwa manusia, merupakan kelebihan pribadi sebagai buah ibadah dan pengabdian hakiki yang datangnya semata-mata karena kehendak Allah. Barang siapa mampu mendapatkan dan mempergunakan sistem itu dengan baik dan benar, maka sesuai kapasitas kemampuan yang sudah dimiliki, seorang hamba yang sholeh berpotensi dapat mengaplikasikan sistem-sistem kehidupan yang beterbaran di alam semesta. Potensi sistem pengendali itu terdiri dari beberapa aspek:

1. Allah Menjadikan Malaikat Berpotensi Mengabdi Kepada Manusia.
Allah SWT. berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (QS. (2); 34)
Malaikat merupakan makhluk yang tidak membutuhkan makan dan minum, tidak seperti makhluk lain, bahkan merupakan makhluk yang sangat tunduk kepada perintah Allah. Allah s.w.t menyatakan dengan firman-Nya: “Penjaganya (neraka) adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS.at-Tahrim; 6)
Dinyatakan dalam firman-Nya di atas (QS. (2) 34), makhluk yang tidak butuh makan-minum itu ternyata diciptakan Allah s.w.t sebagai pendamping hidup bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Oleh karena itu, bagi orang-orang beriman dan beramal sholeh, sadar ataupun tidak, sesungguhnya romantika kehidupan mereka sedikitpun tidak terlepas dari fungsi keberadaan malaikat ini. Sedangkan bagi para hamba yang `arifin, hamba Allah yang hatinya selalu dekat dengan sistem pemeliharaan dan tarbiyah azaliyah itu, keberadaan fungsi malaikat ini dijadikan sebagai bagian hidup yang sedikitpun tidak pernah ditinggalkan.

2. Allah Menciptakan Alam Semesta Berpotensi Dijinakkan Manusia
Potensi sumberdaya manusia sebagai pengendali kehidupan bumi itu tidak hanya dengan dijadikan-Nya malaikat tunduk kepada komando hati mereka saja, namun juga, bahkan langit dan bumi dengan segala isinya juga tercipta berpotensi untuk dijinakkan manusia.

Langit dan bumi serta segala kandungan di dalamnya, tercipta bagaikan rangkaian alat mekanik yang bertebaran di seluruh alam, ternyata dikendalikan oleh sistem (sunnah) pengendali dari pusatnya, hal itu sebagaimana yang ditegaskan Allah s.w.t dalam kandungan firman-Nya:
“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (QS.Fush-Shilat (41); 11)
Ayat di atas telah mengungkap rahasia besar yang tersimpan di dalam kehidupan alam semesta, urusan Ilahiyah yang sudah ditetapkan sejak zaman azali, bahwa sejak langit dan bumi menjawab panggilan Allah Yang Maha Kuasa: “Kami datang dengan suka hati” (QS (41); 11). Maka sejak itu dan bahkan untuk selamanya sesuai dengan kehendak-Nya, seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi itu terkendali dengan satu sistem komando. Hanya dengan Urusan dan Ilmu Allah Yang Maha Perkasa, ketika Allah s.w.t memberikan komando dari sistem tersebut, maka seluruh perangkat yang ada itu, baik yang di bumi maupun yang di langit niscaya dengan serta merta menjalankan masing-masing fungsinya.

Sistem pusat komando itulah hati seorang kholifah bumi, dengan izin-Nya seorang kholifah bumi berpotensi menjinakkan potensi langit dan bumi itu. Allah s.w.t telah menyatakan dengan firman-Nya:
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Al-Jaatsiah; 13)
Dengan dua potensi besar tersebut, maka berarti seluruh makhluk yang ada di alam raya ini berpotensi ditundukkan oleh manusia, kecuali makhluk jin, yang jin memang tercipta sebagai musuh manusia. Namun demikian, sesungguhnya manusia tetap berpotensi dapat menundukkan musuh utamanya itu. Hanya saja, untuk dapat menundukkan jin tersebut manusia terlebih dahulu harus memiliki “sulthonan nashiiro” atau kekuatan penolong yang didatangkan Allah s.w.t kepada manusia. Tanpa kekuatan penolong tersebut justru manusia rentan dikuasai jin, terlebih bagi mereka yang sering bekerja sama dengan jin.
Diriwayatkan dalam sabda Nabi s.a.w, ketika Allah menyatakan cinta-Nya kepada seorang hamba, maka dengan serta merta seluruh makhluk yang ada ikut mencintai hamba tersebut. Dengan kecintaan tersebut, secara otomatis mampu menciptakan peluang yang lebih besar lagi bagi orang yang dicintai-Nya itu untuk mengomando sistem yang sudah tersedia baginya.

Potensi kecintaan seluruh makhluk kepada seorang hamba yang dicintai Allah s.w.t itu telah dinyatakan oleh sebuah Hadits Shahih riwayat Bukhari dan Muslim:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila Allah s.w.t mencintai seorang hamba niscaya memanggil Jibril a.s dan berfirman: Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, oleh karena itu cintailah dia. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Lalu Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru ahli langit dengan berkata: Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah dia, sehingga semua ahli langit mencintainya. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Kemudian orang tersebut diterima oleh semua golongan yang berada di muka bumi. Apabila Allah s.w.t memurkai seorang hamba, niscaya Dia juga akan memanggil Jibril a.s dan berfirman: Sesungguhnya Aku benci orang tersebut, oleh karena itu bencilah dia. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Lalu Jibril membencinya. Kemudian Jibril menyeru ahli langit dengan berkata: Allah telah membenci orang tersebut, maka kamu semua membencilah kepadanya, sehingga semua ahli langit membencinya. Kemudian dia dibenci oleh semua penghuni bumi. (HR Bukhari dan Muslim)

Pernyataan dalam Hadis itu sejatinya adalah bahasa kias, di mana dengan perlambang itu manusia dapat membayangkan sendiri, betapa ketika seorang hamba dicintai Allah s.w.t maka Malaikat Jibril a.s dan seluruh makhluk, baik di bumi maupun di langit akan mencintainya. Dengan kecintaan tersebut berarti tumbuh semangat pengabdian. Bagaikan tentara-tentara yang setia, maka seluruh makhluk tersebut akan menjaga kekasihnya melebihi menjaga dirinya sendiri, sehingga dinyatakan oleh Allah di dalam firman-Nya: “Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik” (QS.az-Zumar; 34).
Seperti itulah keadaannya, ketika Allah s.w.t menghendaki Nabi Dawud a.s dijadikan sebagai kholifah bumi zamannya, maka Allah s.w.t berfirman:
يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ

“Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu kholifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil”. (QS.Shood (38); 26)
Untuk mengatur kehidupan bumi, menggali dan mengendalikan segala potensinya, menegakkan keadilannya serta memberantas kezaliman dan keangkaramurkaan yang ada di atasnya, maka tugas pertama yang dilaksanakan Dawud a.s adalah membunuh Jalut yang perkasa, sebagaimana telah diabadikan Allah s.w.t dengan firman-Nya:
فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُدُ جَالُوتَ وَءَاتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ

“Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Dawud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya”.(QS. al-Baqoroh (2); 251)
Dalam sebuah riwayat, ketika Dawud a.s memutuskan untuk ikut bergabung menjadi tentara Tholut. Dalam perjalanan Dawud a.s bersama rombongannya ke medan perang, di tengah perjalanan ada tiga buah batu menyapa Dawud: “Hai Dawud, apakah engkau akan berperang melawan Jalut?, bawalah aku dan bunuhlah Jalut denganku”, maka diambillah ketiga buah batu itu oleh Dawud dan diletakkan di dalam ketapelnya. Dawud a.s merupakan orang yang terkenal sangat ahli menggunakan ketapel sebagai senjata.

Singkat cerita ketika masing-masing tentara sudah berhadapan di medan laga, ternyata Dawud a.s benar-benar berhasil membunuh Jalut dengan batu yang dibawanya itu, padahal Jalut adalah seorang raja yang sangat perkasa dan selalu dapat kemenangan di setiap peperangan yang dihadapinya. Jadi, tiga batu yang dibawa Dawud a.s tersebut adalah awal sebuah skenario dari sistem yang terkendali oleh rahasia perintah tersembunyi. Perintah Allah s.w.t Yang Maha Kuasa dengan Segala Kehendak-Nya. Ketika Dawud a.s dengan izin-Nya dapat membunuh Jalut, maka selanjutnya, “Allah memberikan kepadanya pemerintahan dan hikmah, serta mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya”(QS. (2); 251).

Walhasil, keutamaan manusia itu tidak hanya karena manusia mempunyai akal saja, sebagaimana yang difahami banyak kalangan, namun jauh lebih dari itu. Dengan akal dan ilmunya manusia sesungguhnya berpotensi menjinakkan sistem-sistem yang bertebaran di mukan bumi, bahkan di seluruh alam semesta ini. Di sini ada rahasia besar yang harus dikuak, sehingga manusia dapat memperoleh jatahnya itu. Siapa saja dapat mencapai kedudukan yang utama itu, asal mereka mengetahui ilmunya. Maka anda jangan heran jika anda menemukan seseorang bisa merubah batu menjadi emas atau tanah menjadi burung, hal itu karena terjadi atas ilmu dan izin Allah s.w.t. Allah yang menciptakan alam beserta hukum-hukumnya, maka hanya Allah pula yang mampu merubah keadaan ciptaanya tersebut.

Sumber: Dari berbagai sumber artikel

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 20.38
Disini akan saya bahas mengenai Strategi ClickBank, walaupun mungkin banyak strategi dan setiap orang masing-masing memiliki strategi yang berbeda namun saya hanya akan membahas 2 Cara Pemasaran Produk ClickBank yang umum digunakan, yaitu sebut saja Hit and Run vs Building a Customers (begitu kata John Chow)

Strategi Hit and Run (Dapat dan Pergi)

Kebanyakan affiliate marketer pemula di bisnis ini melakukan apa yang disebut dengan hit and run. Model pemasaran ini memang cocok untuk pemula walaupun terdapat beberapa kekurangannya. Langkah-langkah metode pemasaran produk ClickBank hit and run ini pun sangat sederhana, yaitu:


  1. Pilih produk Clickbank (atau afiliasi apapun) untuk dipromosikan
  2. Mendatangkan visitor ke landing page ClickBank dengan PPC Ads/SEO
  3. Mendapat keuntungan atau mungkin rugi!
Gambar ilustrasi strategi ClickBank Hit and Run:









Anda mungkin pernah mendengar cerita orang yang sukses di clickbank dengan menghabiskan biaya iklan $1000 sehari untuk mendapatkan $2000? Kedengarannya bagus bukan? Salah satu masalah adalah tidak banyak pemasar afiliasi yang bisa melakukan itu, anda harus benar-benar ahli dalam pay per click advertising seperti AdWords. Selain itu, mereka yang menghasilkan keuntungan dengan menggunakan strategi clickbank hit and runmeninggalkan banyak uang di atas meja.
 
Kelebihan Strategi Hit and Run:
  • Mudah dan Sederhana
  • Lebih cepat melihat hasil (dengan PPC ads)
Kekurangan Strategi Hit and Run
  • Apabila menggunakan PPC Ads maka membutuhkan modal yang cukup besar beresiko apabila anda tidak memiliki keahlian di bidang Pay Per Click Adsvertising.
  • Dengan SEO? Lama! Proses memakan waktu yang tidak tentu, biaya untuk SEO pun mungkin mahal
  • Penjualan rata-rata hanya terjadi satu kali
  • Penjualan cenderung berhenti apabila anda sudah tidak beriklan lagi

Strategy Building a Customer Base (Membangun Daftar Pelanggan)

Fokus strategi ClickBank yang ke-2 adalah membangun daftar pelanggan. Ini adalah bisnis yang nyata dan bisnis nyata yang dibangun pada pelanggan tetap. Suatu restoran tidak dapat bertahan dengan pelanggan yang hanya datang sekali. Apple Store, atau setiap toko ritel, akan sepi dalam beberapa bulan jika pelanggan mereka mengunjungi toko sekali dan tidak pernah berkunjung lagi.
Jika seseorang membeli salah satu produk Apple, maka ia cenderung untuk membeli produk lain dari Apple. Hal yang sama berlaku untuk pemasaran afiliasi. Jika seseorang membeli produk Clickbank dari Anda, ia cenderung membeli produk lainnya. Tapi itu tidak akan pernah terjadi pada strategi pemasaran hit and runkarena Anda tidak akan pernah melihat orang itu lagi.

Tips: Repeat-order adalah kuncinya. Ini jauh lebih mudah dan lebih murah daripada menggunakan iklan terus-terusan hanya untuk satu pelanggan yang datang dan pergi. Bahkan, bisnis rata-rata menghabiskan tujuh kali lebih dalam biaya pemasaran untuk mendapatkan pelanggan baru daripada yang dilakukannya untuk menjaga yang sudah ada.
Apabila anda beriklan $1000 dan bisa menghasilkan $2000 dengan strategi hit and run maka dengan strategi membangun daftar pelanggan kemungkinan anda bisa menghasilkan $7000 atau lebih.
Strategi Clickbank yang ke-2 ini lebih kompleks daripada model sebelumnya. Ini akan memerlukan lebih banyak pekerjaan untuk Anda tapi tidak seperti model hit and run, Anda akan mendapat keuntungan berlipat ganda. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pilih serangkaian produk Clickbank terkait untuk dipromosikan
  2. Buat eBook gratis niche terkait produk yang anda promosikan
  3. Buat halaman pemerasan untuk menawarkan ebook gratis tersebut
  4. Mengirimkan traffic ke landing page ClickBank
  5. Mengumpulkan database nama dan alamat email
  6. Menawarkan produk Clickbank melalui email autoresponder (bisa berkali-kali dengan produk berbeda dan setiap ada produk baru yang behubungan)
  7. Liat profit di account Clickbank Anda
Perbedaan utama antara model ke-2 dan model hit and run adalah anda memiliki daftar pelanggan. Daripada setiap kali anda beriklan untuk mendatangkan pengunjung ke halaman arahan Clickbank supaya terjadi penjualan produk dan tidak pernah melihat mereka lagi, Hints dengan memiliki database pelanggan anda bisa menyebar email ke semua daftar pelanggan setiap kali anda ingin memasarkan produk kepada mereka selama berminggu-minggu, bulan dan tahun yang akan datang. Ini adalah metode pemasaran yang jauh lebih kuat.

Ok, setelah anda tau 2 strategi ClickBank tersebut saatnya anda memutuskan mana yang lebih cocok dengan gaya anda? Pilih dan lanjutkan ke langkah selanjutnya.


Cara bikin Strategy clickbank : hit and run vs building a customers

Posted at  20.06  |  in  bisnisonline  |  Read More»

Disini akan saya bahas mengenai Strategi ClickBank, walaupun mungkin banyak strategi dan setiap orang masing-masing memiliki strategi yang berbeda namun saya hanya akan membahas 2 Cara Pemasaran Produk ClickBank yang umum digunakan, yaitu sebut saja Hit and Run vs Building a Customers (begitu kata John Chow)

Strategi Hit and Run (Dapat dan Pergi)

Kebanyakan affiliate marketer pemula di bisnis ini melakukan apa yang disebut dengan hit and run. Model pemasaran ini memang cocok untuk pemula walaupun terdapat beberapa kekurangannya. Langkah-langkah metode pemasaran produk ClickBank hit and run ini pun sangat sederhana, yaitu:


  1. Pilih produk Clickbank (atau afiliasi apapun) untuk dipromosikan
  2. Mendatangkan visitor ke landing page ClickBank dengan PPC Ads/SEO
  3. Mendapat keuntungan atau mungkin rugi!
Gambar ilustrasi strategi ClickBank Hit and Run:









Anda mungkin pernah mendengar cerita orang yang sukses di clickbank dengan menghabiskan biaya iklan $1000 sehari untuk mendapatkan $2000? Kedengarannya bagus bukan? Salah satu masalah adalah tidak banyak pemasar afiliasi yang bisa melakukan itu, anda harus benar-benar ahli dalam pay per click advertising seperti AdWords. Selain itu, mereka yang menghasilkan keuntungan dengan menggunakan strategi clickbank hit and runmeninggalkan banyak uang di atas meja.
 
Kelebihan Strategi Hit and Run:
  • Mudah dan Sederhana
  • Lebih cepat melihat hasil (dengan PPC ads)
Kekurangan Strategi Hit and Run
  • Apabila menggunakan PPC Ads maka membutuhkan modal yang cukup besar beresiko apabila anda tidak memiliki keahlian di bidang Pay Per Click Adsvertising.
  • Dengan SEO? Lama! Proses memakan waktu yang tidak tentu, biaya untuk SEO pun mungkin mahal
  • Penjualan rata-rata hanya terjadi satu kali
  • Penjualan cenderung berhenti apabila anda sudah tidak beriklan lagi

Strategy Building a Customer Base (Membangun Daftar Pelanggan)

Fokus strategi ClickBank yang ke-2 adalah membangun daftar pelanggan. Ini adalah bisnis yang nyata dan bisnis nyata yang dibangun pada pelanggan tetap. Suatu restoran tidak dapat bertahan dengan pelanggan yang hanya datang sekali. Apple Store, atau setiap toko ritel, akan sepi dalam beberapa bulan jika pelanggan mereka mengunjungi toko sekali dan tidak pernah berkunjung lagi.
Jika seseorang membeli salah satu produk Apple, maka ia cenderung untuk membeli produk lain dari Apple. Hal yang sama berlaku untuk pemasaran afiliasi. Jika seseorang membeli produk Clickbank dari Anda, ia cenderung membeli produk lainnya. Tapi itu tidak akan pernah terjadi pada strategi pemasaran hit and runkarena Anda tidak akan pernah melihat orang itu lagi.

Tips: Repeat-order adalah kuncinya. Ini jauh lebih mudah dan lebih murah daripada menggunakan iklan terus-terusan hanya untuk satu pelanggan yang datang dan pergi. Bahkan, bisnis rata-rata menghabiskan tujuh kali lebih dalam biaya pemasaran untuk mendapatkan pelanggan baru daripada yang dilakukannya untuk menjaga yang sudah ada.
Apabila anda beriklan $1000 dan bisa menghasilkan $2000 dengan strategi hit and run maka dengan strategi membangun daftar pelanggan kemungkinan anda bisa menghasilkan $7000 atau lebih.
Strategi Clickbank yang ke-2 ini lebih kompleks daripada model sebelumnya. Ini akan memerlukan lebih banyak pekerjaan untuk Anda tapi tidak seperti model hit and run, Anda akan mendapat keuntungan berlipat ganda. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pilih serangkaian produk Clickbank terkait untuk dipromosikan
  2. Buat eBook gratis niche terkait produk yang anda promosikan
  3. Buat halaman pemerasan untuk menawarkan ebook gratis tersebut
  4. Mengirimkan traffic ke landing page ClickBank
  5. Mengumpulkan database nama dan alamat email
  6. Menawarkan produk Clickbank melalui email autoresponder (bisa berkali-kali dengan produk berbeda dan setiap ada produk baru yang behubungan)
  7. Liat profit di account Clickbank Anda
Perbedaan utama antara model ke-2 dan model hit and run adalah anda memiliki daftar pelanggan. Daripada setiap kali anda beriklan untuk mendatangkan pengunjung ke halaman arahan Clickbank supaya terjadi penjualan produk dan tidak pernah melihat mereka lagi, Hints dengan memiliki database pelanggan anda bisa menyebar email ke semua daftar pelanggan setiap kali anda ingin memasarkan produk kepada mereka selama berminggu-minggu, bulan dan tahun yang akan datang. Ini adalah metode pemasaran yang jauh lebih kuat.

Ok, setelah anda tau 2 strategi ClickBank tersebut saatnya anda memutuskan mana yang lebih cocok dengan gaya anda? Pilih dan lanjutkan ke langkah selanjutnya.


Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 20.06
Memilih produk ClickBank tidak bisa asal-asalan, seorang affiliate pemula mungkin akan melewatkan riset, tapi riset adalah salah satu rahasia sukes ClickBank para master, jadi sebaiknya kita lakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan produk apa yang akan kita promosikan.


Istilah-istilah Dalam ClickBank (Marketplace Stats):

Sebelum melangkah lebih jauh sebaiknya kita pahami dulu istilah-istilah pada ClickBank, karena anda pasti akan “menggauli”-nya nanti


:

  • Initial $/sale: Ini adalah jumlah rata-rata yang didapatkan oleh affiliate untuk setiap penjualan produk ini. Pembelian produk sekali bayar juga mempengaruhi initial sales. Jumlah ini memperhitungkan pengembalian uang (refund), chargebacks, dan pajak penjualan. Ketika vendor mungkin mengubah harga produk dan/atau persentase komisi, jumlah yang Anda peroleh pada setiap penjualan yang diberikan mungkin akan sedikit berbeda. Komisi bersih affiliate biasanya dibawah nilai ini.
  • Avg Rebill Total: Angka ini hanya ditampilkan jika vendor menawarkan produk penagihan berulang (misalnya, produk seperti keanggotaan dan kepelangganan yang secara teratur menagih pelanggan dari waktu ke waktu). Angka ini menunjukkan jumlah rata-rata pendapatan afiliasi pada semua penjualan rebilled. Perhatikan bahwa angka ini tidak termasuk jumlah penjualan awal. Keuntungan untuk affiliate bisa berulang-ulang.
  • Avg $/sale: Untuk produk satu kali pembayaran, angka ini sama dengan Initial $/sale. Jika vendor menawarkan produk penagihan berulang, itu sama dengan rata-rata total penjualan awal ditambah semua penagihan ulang (rebills), dibagi dengan jumlah penjualan awal. Sederhananya, untuk setiap pembelian baru produk ini, jumlah ini adalah rata-rata Anda akan mendapat secara total jika mendapatkan pelanggan baru. Namun, ini hanya rata-rata, jumlah ini tidak dijamin.
  • Avg%/sale: Angka ini menunjukkan rata-rata komisi yang diperoleh untuk semua penjualan produk vendor, termasuk satu kali pembelian, rebills, dan pembelian Upsell. Karena vendor dapat menawarkan tingkat komisi yang berbeda untuk berbagai jenis produk, jumlah ini mungkin tidak sama persis dengan tingkat komisi yang anda peroleh di setiap penjualan.
  • Avg %/rebill: Nomor ini hanya ditampilkan jika vendor menawarkan produk penagihan berulang, dan menunjukkan tingkat persentase komisi rata-rata yang diterima hanya pada rebills.
  • Grav: Singkatan dari GRAVITY ™ statistik kinerja, angka ini merupakan perhitungan yang unik oleh ClickBank yang memperhitungkan jumlah afiliasi yang berbeda yang menerima komisi dengan mempromosikan produk ini selama 12 minggu terakhir. Angka Grav ini menunjukan bahwa produk ini sedang “hot”, banyak dipromosikan oleh affiliates dan membuat penjualan yang baik. Namun, gravitasi yang tinggi juga dapat menunjukkan bahwa akan ada banyak persaingan dalam mempromosikan produk ini.

Belajar ClickBank Marketplace Feature:

Video dibawah ini akan memandu anda belajar ClickBank Marketplace Feature, jika anda pemula silahkan pelajari dulu, fitur-fitur ClickBank-nya:




Tips Memilih Produk ClickBank Berdasarkan Marketplace Stats:

  • Pilih yang Initial $/Sale nya minimal $20. Sehingga dalam sekali penjualan anda bisa mendapatkan komisi yang pantas.
  • Yang tidak ada stat Rebill berarti anda hanya mendapatkan 1x komisi dari setiap kali penjualan.
  • Yang ada stat Rebill berarti anda bisa mendapatkan komisi 1x atau lebih/berulang-ulang.
  • Pilih Grav yang sedang atau tinggi, makin tinggi berarti produk makin laris manis, tapi makin banyak saingan.

Tips Memilih Produk ClickBank Berdasarkan Passion (Hasrat) dan Kebutuhan:

Ini adalah salah satu tips sukses ClickBank. Orang-orang membeli karena ada alasan utama, yaitu:
  • Kebutuhan, kalau butuh tentu orang akan termotivasi untuk membeli.
  • Hasrat yang besar, kenapa produk memperbesar payudara atau memperbesar venismerupakan produk laris? Orang memiliki hasrat yang didorong oleh motivasi tertentu, misalkan ingin dinilai hebat oleh pasangannya. Mereka rela mengeluarkan uang untuk hasrat mereka.
  • Rasa malu dan takut, kenapa produk obat jerawat laris? Itu karena jerawat dinilai merusak keindahan wajah, orang malu kalau mukanya berjerawat, selain itu juga takut jika pasangannya tidak menyukainya.
Produk kesehatan adalah produk hot karena sehat adalah kebutuhan. Produk making money online juga produk hot, orang butuh ilmu untuk mencari uang, hasrat untuk kaya, dan takut miskin. Namun begitu, bukan berati produk lain tidak bagus, anda tingal terapkan tips-tips yang saya berikan disini.

Tips Premium Memilih Produk ClickBank Dengan CBEngine:

Apa itu CBEngine? CBEngine adalah tools untuk mencari produk di marketplace ClickBank, anda bisa menganalisa produk sebelum menentukan untuk dipromosikan. Affiliate profesional seperti Anne Ahira menggunakan CBEngine untuk menganalisa kelayakan sebuah produk ClickBank untuk dipromosikan.
 




















CBEngine Riset Produk Belajar ClickBankTips ClickBank dengan CBEngine:

  • Perhatikan Refund Rate pada CBEngine, semakin besar berarti semakin banyak pembeli yang meminta uangnya kembali. Dari screenshot diatas, walaupun Gravity nya besar tapi apalah artinya jika anda mendapat penjualan lalu orangnya minta refund (uang kembali), anda ga jadi dapet komisinya dong! Jadi sebaiknya jangan mempromosikan produk dengan Refund Rate tinggi. Fasilitas ini hanya ada di CBEngine. Dengan CBEngine anda tidak akan tertipu oleh bagusnya Grav dan sales page sebuah produk.

Memilih Produk ClickBank Yang Saling Berhubungan

Apabila anda memilih strategi pemasaran clickbank "Building a customers" maka memilih produk yang saling berhubungan sangat disarankan. Seseorang yang tertarik untuk membeli produk internet marketing mungkin akan tertarik juga membeli software Artikel marketing robot sebagai tool SEO sehingga nantinya anda bisa mendapatkan keuntungan berulang dari seorang pelanggan.

Ilustrasi: Landing page Internet Marketing –> Membangun database pelanggan berupa nama dan alamat email –> (Asian Brain –> Software SEO –> Software Riset –> dll.)

Salam sukses selalu buat anda.


cara memilih produk dari click bank

Posted at  19.59  |  in  bisnisonline  |  Read More»

Memilih produk ClickBank tidak bisa asal-asalan, seorang affiliate pemula mungkin akan melewatkan riset, tapi riset adalah salah satu rahasia sukes ClickBank para master, jadi sebaiknya kita lakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan produk apa yang akan kita promosikan.


Istilah-istilah Dalam ClickBank (Marketplace Stats):

Sebelum melangkah lebih jauh sebaiknya kita pahami dulu istilah-istilah pada ClickBank, karena anda pasti akan “menggauli”-nya nanti


:

  • Initial $/sale: Ini adalah jumlah rata-rata yang didapatkan oleh affiliate untuk setiap penjualan produk ini. Pembelian produk sekali bayar juga mempengaruhi initial sales. Jumlah ini memperhitungkan pengembalian uang (refund), chargebacks, dan pajak penjualan. Ketika vendor mungkin mengubah harga produk dan/atau persentase komisi, jumlah yang Anda peroleh pada setiap penjualan yang diberikan mungkin akan sedikit berbeda. Komisi bersih affiliate biasanya dibawah nilai ini.
  • Avg Rebill Total: Angka ini hanya ditampilkan jika vendor menawarkan produk penagihan berulang (misalnya, produk seperti keanggotaan dan kepelangganan yang secara teratur menagih pelanggan dari waktu ke waktu). Angka ini menunjukkan jumlah rata-rata pendapatan afiliasi pada semua penjualan rebilled. Perhatikan bahwa angka ini tidak termasuk jumlah penjualan awal. Keuntungan untuk affiliate bisa berulang-ulang.
  • Avg $/sale: Untuk produk satu kali pembayaran, angka ini sama dengan Initial $/sale. Jika vendor menawarkan produk penagihan berulang, itu sama dengan rata-rata total penjualan awal ditambah semua penagihan ulang (rebills), dibagi dengan jumlah penjualan awal. Sederhananya, untuk setiap pembelian baru produk ini, jumlah ini adalah rata-rata Anda akan mendapat secara total jika mendapatkan pelanggan baru. Namun, ini hanya rata-rata, jumlah ini tidak dijamin.
  • Avg%/sale: Angka ini menunjukkan rata-rata komisi yang diperoleh untuk semua penjualan produk vendor, termasuk satu kali pembelian, rebills, dan pembelian Upsell. Karena vendor dapat menawarkan tingkat komisi yang berbeda untuk berbagai jenis produk, jumlah ini mungkin tidak sama persis dengan tingkat komisi yang anda peroleh di setiap penjualan.
  • Avg %/rebill: Nomor ini hanya ditampilkan jika vendor menawarkan produk penagihan berulang, dan menunjukkan tingkat persentase komisi rata-rata yang diterima hanya pada rebills.
  • Grav: Singkatan dari GRAVITY ™ statistik kinerja, angka ini merupakan perhitungan yang unik oleh ClickBank yang memperhitungkan jumlah afiliasi yang berbeda yang menerima komisi dengan mempromosikan produk ini selama 12 minggu terakhir. Angka Grav ini menunjukan bahwa produk ini sedang “hot”, banyak dipromosikan oleh affiliates dan membuat penjualan yang baik. Namun, gravitasi yang tinggi juga dapat menunjukkan bahwa akan ada banyak persaingan dalam mempromosikan produk ini.

Belajar ClickBank Marketplace Feature:

Video dibawah ini akan memandu anda belajar ClickBank Marketplace Feature, jika anda pemula silahkan pelajari dulu, fitur-fitur ClickBank-nya:




Tips Memilih Produk ClickBank Berdasarkan Marketplace Stats:

  • Pilih yang Initial $/Sale nya minimal $20. Sehingga dalam sekali penjualan anda bisa mendapatkan komisi yang pantas.
  • Yang tidak ada stat Rebill berarti anda hanya mendapatkan 1x komisi dari setiap kali penjualan.
  • Yang ada stat Rebill berarti anda bisa mendapatkan komisi 1x atau lebih/berulang-ulang.
  • Pilih Grav yang sedang atau tinggi, makin tinggi berarti produk makin laris manis, tapi makin banyak saingan.

Tips Memilih Produk ClickBank Berdasarkan Passion (Hasrat) dan Kebutuhan:

Ini adalah salah satu tips sukses ClickBank. Orang-orang membeli karena ada alasan utama, yaitu:
  • Kebutuhan, kalau butuh tentu orang akan termotivasi untuk membeli.
  • Hasrat yang besar, kenapa produk memperbesar payudara atau memperbesar venismerupakan produk laris? Orang memiliki hasrat yang didorong oleh motivasi tertentu, misalkan ingin dinilai hebat oleh pasangannya. Mereka rela mengeluarkan uang untuk hasrat mereka.
  • Rasa malu dan takut, kenapa produk obat jerawat laris? Itu karena jerawat dinilai merusak keindahan wajah, orang malu kalau mukanya berjerawat, selain itu juga takut jika pasangannya tidak menyukainya.
Produk kesehatan adalah produk hot karena sehat adalah kebutuhan. Produk making money online juga produk hot, orang butuh ilmu untuk mencari uang, hasrat untuk kaya, dan takut miskin. Namun begitu, bukan berati produk lain tidak bagus, anda tingal terapkan tips-tips yang saya berikan disini.

Tips Premium Memilih Produk ClickBank Dengan CBEngine:

Apa itu CBEngine? CBEngine adalah tools untuk mencari produk di marketplace ClickBank, anda bisa menganalisa produk sebelum menentukan untuk dipromosikan. Affiliate profesional seperti Anne Ahira menggunakan CBEngine untuk menganalisa kelayakan sebuah produk ClickBank untuk dipromosikan.
 




















CBEngine Riset Produk Belajar ClickBankTips ClickBank dengan CBEngine:

  • Perhatikan Refund Rate pada CBEngine, semakin besar berarti semakin banyak pembeli yang meminta uangnya kembali. Dari screenshot diatas, walaupun Gravity nya besar tapi apalah artinya jika anda mendapat penjualan lalu orangnya minta refund (uang kembali), anda ga jadi dapet komisinya dong! Jadi sebaiknya jangan mempromosikan produk dengan Refund Rate tinggi. Fasilitas ini hanya ada di CBEngine. Dengan CBEngine anda tidak akan tertipu oleh bagusnya Grav dan sales page sebuah produk.

Memilih Produk ClickBank Yang Saling Berhubungan

Apabila anda memilih strategi pemasaran clickbank "Building a customers" maka memilih produk yang saling berhubungan sangat disarankan. Seseorang yang tertarik untuk membeli produk internet marketing mungkin akan tertarik juga membeli software Artikel marketing robot sebagai tool SEO sehingga nantinya anda bisa mendapatkan keuntungan berulang dari seorang pelanggan.

Ilustrasi: Landing page Internet Marketing –> Membangun database pelanggan berupa nama dan alamat email –> (Asian Brain –> Software SEO –> Software Riset –> dll.)

Salam sukses selalu buat anda.


Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 19.59

Menurut Wikipedia, ClickBank adalah pasar online swasta untuk produk-produk informasi digital, seperti eBook dan software aplikasi. Situs ClickBank bertujuan untuk penghubung antara pembuat informasi/konten digital (atau vendor) dan pemasar afiliasi yang mempromosikan produk vendor kepada konsumen. ClickBank merupakan affiliate network no. 1 terbesar di internet.

Agar anda lebih mudah memahami apa itu ClickBank, silahkan pahami beberapa istilah berikut:

  • Vendor: pemilik produk.
  • Affiliate marketer: sales/calo.
  • Konsumen: pembeli.
  • ClickBank: itu ibarat mall atau pertokoan atau pasar, cuma agak beda sistem pembagian keuntungan dengan di “dunia nyata”.

Cara Kerja ClickBank untuk Affiliate

Langkah 1: Join/Mendaftar ClickBank
Cara daftar ClickBank gampang kok seperti daftar Facebook atau daftar ke situs-situs membersip lainnya. Tinggal isi data aja yang benar, jangan asal-asalan, isi data sesuai KTP, karena penting nanti untuk pembayaran komisi.

Langkah 2: Cari Produk untuk Dipromosikan
Setelah anda daftar ClickBank, silahkan kunjungi menu Marketplace nya, ada puluhan ribu produk siap untuk anda promosikan. Kalau anda menemukan produk yang tepat anda bisa langsung mempromosikannya, tak ada kontrak yang berbelit-belit dan tidak harus menunggu lama.
Misalkan anda suka dengan produk kesehatan, maka anda bisa mencari produk kesehatan, lebih sepesifik lagi mungkin di sub kategori kesehatan seperti product “Acne”. Tinggal anda pilih dan membuat hoplink pribadi dalam hitungan detik. Apa itu hoplink? Baca langkah selanjutnya.

Langkah 3: Promosikan Hoplink Afiliasi Anda 

Apa itu HopLink?
HopLink adalah sebuah URL khusus yang berfungsi untuk melacak referal. Untuk setiap produk, anda akan mendapatkan link unik yang berbeda, intinya supaya ketahuan dari link siapa nih yang menjual produk ini, misalkan dari link anda maka nanti komisinya masuk ke account anda.
Ini adalah format HopLink standar ClickBank: http://AFFILIATE.VENDOR.hop.clickbank.net
  • AFFILIATE: id ClickBank anda
  • VENDOR: adalah id vendor
HopLink ClickBank dengan tracking: http://codetracking.hop.clickbank.net
Untuk membuat HopLink dengan tracking, silahkan lihat video dibawah.



Langkah 4: ClickBank Melacak Setiap Penjualan 
Ketika ada orang yang mengklik HopLink anda lalu dia membeli produk yang anda promosikan maka anda akan mendapatkan komisi (hingga 75%). Ya, biasanya komisinya memang besar dari 50% hingga 75%, karena produk-produk seperti eBook atau software memang biayanya rendah, dan oleh karena itulah anda bisa menghasilkan banyak uang melalui ClickBank. 

Langkah 5: Cari dan Promosikan Produk Lainnya 
Setelah sukses dan berjalan lancar pada satu produk, anda bisa kembali ke Marketplace dan memilih produk lainnya untuk dipromosikan (sebanyak yang anda inginkan). Kalau sudah jago jadi Affiliate ClickBank anda bisa mempromosikan sebanyak produk yang anda suka, oleh karea itulah banyak orang yang kaya dari ClcikBank, senior-senior saya di Asian Brain banyak yang sudah bisa menghasilkan ribuan dollar melalui ClickBank.

Cara Kerja ClickBank untuk Vendor 

Untuk sementara ini saya tidak akan membahas terlalu jauh soal vendor, karen ini sepertinya agak susah ya untuk jadi vendor, kita harus membuat produk dulu. Namun secara umum cara kerja vendor adalah sbb:
Langkah 1: Membuat Produk Digital (eBook atau Software)
Langkah 2: Bergabung Dengan ClickBank
Langkah 3: Set Up Produk di ClickBank
Langkah 4: Aktivasi Produk
Langkah 5: Menghasilkan Uang Jika Ada Penjualan

Alasan Kenapa Memilih Bisnis ClickBank?

  • Komisi hingga 75%: Komisi di ClickBank memang besar, produk digital sehingga dikirim secara instan bisa dalam hitungan menit.
  • Puluhan ribu produk: Produk banyak banget, anda bisa pilih sesuai hobi atau materi yang anda kuasai, mempromosikan secara instan.
  • Target Market Global: Anda bisa promosi ke seluruh dunia melalui internet, produk mendukung bahasa Inggris, Spanyol, Prancis dan Jerman. ClickBank juga menerima pembayaran dengan 13 mata uang.

Produk Apa Saja yang Ada di ClickBank:

Banyak sekali, ada beberapa kategori diantaranya:
  • Arts & Entertainment
  • Betting Systems
  • Business / Investing
  • Computers / Internet
  • Cooking, Food & Wine
  • E-business & E-marketing
  • Education
  • Employment & Jobs
  • Fiction
  • Games
  • Green Products
  • Health & Fitness
  • Home & Garden
  • Languages
  • Mobile
  • Parenting & Families
  • Politics / Current Events
  • Reference
  • Self-Help
  • Software & Services
  • Spirituality, New Age & Alternative Beliefs
  • Sports
  • Travel
Itu belum termasuk sub kategorinya. Yang pasti ada puluhan ribu produk yang bisa anda promosikan di ClickBank.

Cara Umum Promosi ClickBank

  • Article Marketing
  • Niche Site & Blog
  • Social Media Marketing
  • Search Engine Marketing
  • ClickBank Social Promote
Dari penjelasan diatas anda sekarang sudah tahu “apa itu ClickBank”. Bagaimana menurut anda? Berminat untuk menjadi affiliate marketer ClickBank? Mau coba bisnis ClickBank? Silahkan bergabung...Good luck !

Apa sih click bank itu?

Posted at  19.31  |  in  bisnisonline  |  Read More»


Menurut Wikipedia, ClickBank adalah pasar online swasta untuk produk-produk informasi digital, seperti eBook dan software aplikasi. Situs ClickBank bertujuan untuk penghubung antara pembuat informasi/konten digital (atau vendor) dan pemasar afiliasi yang mempromosikan produk vendor kepada konsumen. ClickBank merupakan affiliate network no. 1 terbesar di internet.

Agar anda lebih mudah memahami apa itu ClickBank, silahkan pahami beberapa istilah berikut:

  • Vendor: pemilik produk.
  • Affiliate marketer: sales/calo.
  • Konsumen: pembeli.
  • ClickBank: itu ibarat mall atau pertokoan atau pasar, cuma agak beda sistem pembagian keuntungan dengan di “dunia nyata”.

Cara Kerja ClickBank untuk Affiliate

Langkah 1: Join/Mendaftar ClickBank
Cara daftar ClickBank gampang kok seperti daftar Facebook atau daftar ke situs-situs membersip lainnya. Tinggal isi data aja yang benar, jangan asal-asalan, isi data sesuai KTP, karena penting nanti untuk pembayaran komisi.

Langkah 2: Cari Produk untuk Dipromosikan
Setelah anda daftar ClickBank, silahkan kunjungi menu Marketplace nya, ada puluhan ribu produk siap untuk anda promosikan. Kalau anda menemukan produk yang tepat anda bisa langsung mempromosikannya, tak ada kontrak yang berbelit-belit dan tidak harus menunggu lama.
Misalkan anda suka dengan produk kesehatan, maka anda bisa mencari produk kesehatan, lebih sepesifik lagi mungkin di sub kategori kesehatan seperti product “Acne”. Tinggal anda pilih dan membuat hoplink pribadi dalam hitungan detik. Apa itu hoplink? Baca langkah selanjutnya.

Langkah 3: Promosikan Hoplink Afiliasi Anda 

Apa itu HopLink?
HopLink adalah sebuah URL khusus yang berfungsi untuk melacak referal. Untuk setiap produk, anda akan mendapatkan link unik yang berbeda, intinya supaya ketahuan dari link siapa nih yang menjual produk ini, misalkan dari link anda maka nanti komisinya masuk ke account anda.
Ini adalah format HopLink standar ClickBank: http://AFFILIATE.VENDOR.hop.clickbank.net
  • AFFILIATE: id ClickBank anda
  • VENDOR: adalah id vendor
HopLink ClickBank dengan tracking: http://codetracking.hop.clickbank.net
Untuk membuat HopLink dengan tracking, silahkan lihat video dibawah.



Langkah 4: ClickBank Melacak Setiap Penjualan 
Ketika ada orang yang mengklik HopLink anda lalu dia membeli produk yang anda promosikan maka anda akan mendapatkan komisi (hingga 75%). Ya, biasanya komisinya memang besar dari 50% hingga 75%, karena produk-produk seperti eBook atau software memang biayanya rendah, dan oleh karena itulah anda bisa menghasilkan banyak uang melalui ClickBank. 

Langkah 5: Cari dan Promosikan Produk Lainnya 
Setelah sukses dan berjalan lancar pada satu produk, anda bisa kembali ke Marketplace dan memilih produk lainnya untuk dipromosikan (sebanyak yang anda inginkan). Kalau sudah jago jadi Affiliate ClickBank anda bisa mempromosikan sebanyak produk yang anda suka, oleh karea itulah banyak orang yang kaya dari ClcikBank, senior-senior saya di Asian Brain banyak yang sudah bisa menghasilkan ribuan dollar melalui ClickBank.

Cara Kerja ClickBank untuk Vendor 

Untuk sementara ini saya tidak akan membahas terlalu jauh soal vendor, karen ini sepertinya agak susah ya untuk jadi vendor, kita harus membuat produk dulu. Namun secara umum cara kerja vendor adalah sbb:
Langkah 1: Membuat Produk Digital (eBook atau Software)
Langkah 2: Bergabung Dengan ClickBank
Langkah 3: Set Up Produk di ClickBank
Langkah 4: Aktivasi Produk
Langkah 5: Menghasilkan Uang Jika Ada Penjualan

Alasan Kenapa Memilih Bisnis ClickBank?

  • Komisi hingga 75%: Komisi di ClickBank memang besar, produk digital sehingga dikirim secara instan bisa dalam hitungan menit.
  • Puluhan ribu produk: Produk banyak banget, anda bisa pilih sesuai hobi atau materi yang anda kuasai, mempromosikan secara instan.
  • Target Market Global: Anda bisa promosi ke seluruh dunia melalui internet, produk mendukung bahasa Inggris, Spanyol, Prancis dan Jerman. ClickBank juga menerima pembayaran dengan 13 mata uang.

Produk Apa Saja yang Ada di ClickBank:

Banyak sekali, ada beberapa kategori diantaranya:
  • Arts & Entertainment
  • Betting Systems
  • Business / Investing
  • Computers / Internet
  • Cooking, Food & Wine
  • E-business & E-marketing
  • Education
  • Employment & Jobs
  • Fiction
  • Games
  • Green Products
  • Health & Fitness
  • Home & Garden
  • Languages
  • Mobile
  • Parenting & Families
  • Politics / Current Events
  • Reference
  • Self-Help
  • Software & Services
  • Spirituality, New Age & Alternative Beliefs
  • Sports
  • Travel
Itu belum termasuk sub kategorinya. Yang pasti ada puluhan ribu produk yang bisa anda promosikan di ClickBank.

Cara Umum Promosi ClickBank

  • Article Marketing
  • Niche Site & Blog
  • Social Media Marketing
  • Search Engine Marketing
  • ClickBank Social Promote
Dari penjelasan diatas anda sekarang sudah tahu “apa itu ClickBank”. Bagaimana menurut anda? Berminat untuk menjadi affiliate marketer ClickBank? Mau coba bisnis ClickBank? Silahkan bergabung...Good luck !

Written by: jalupangna
Wawasan spiritual dan blogging, Updated at: 19.31
About Us-Privacy Policy-Contact us
Copyright © 2013 Wawasan spiritual dan blogging. Blogger Template by BloggerTheme9
Proudly Powered by Blogger.
back to top